Cetak
Dilihat: 212

101fm, Pati Kota – Managemen The Safin Hotel Pati mengalihfungsikan sementara sebagai karantina bagi ODP, OTG hingga PDP, operasional hotel tersebut ditutup bagi tamu reguler. Pemerintah Kabupaten Pati pun angkat bicara menanggapi kesimpang-siuran informasi yang menyebar di masyarakat terkait pembiayaan karantina tersebut.
Pembiayaan karantina bagi ODP, OTG, PDP serta petugas medis yang kesulitan mendapatkan kontrakan atau indekost di The Safin Hotel, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya sumber pembiayaan tarif karantina menggunakan anggaran pemerintah.
Menurut Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, masih ada simpang-siur informasi di masyarakat mengenai pembiayaan bagi orang yang menjalani karantina di hotel berbintang tiga tersebut. Termasuk para pimpinan komisi DPRD Pati dalam rapat koordinasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati di Ruang Badan Anggaran, Selasa (5/5/2020).

“Simpang-siur di masyarakat merupakan hal wajar. Memang masyarakat butuh penjelasan detail. Sebab, sekecil apa pun, kalau yang dipakai uang negara, memang harus ada penjelasan detail,” ujar Ali.
Menanggapi pertanyaan pimpinan dewan, Bupati Haryanto didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin memberi penjelasan.
Dalam penjelasannya Bupati Haryanto mengatakan, Pemkab Pati mengeluarkan biaya tiga juta rupiah untuk memfasilitasi setiap orang yang menjalani karantina di The Safin Hotel. Ongkos itu untuk membiayai kebutuhan mereka yang dikarantina selama 14 hari.
“Jadi, Pak Safin itu bukan menarik (biaya sewa kamar-red.). Biaya itu dipakai untuk makan tiga kali sehari, minum, kebutuhan air bersih, dan jasa cuci pakaian selama 14 hari. Kalau dihitung sewa ya nggak cucuk (tidak sepadan). Ini ada nilai sosialnya,” papar dia.
Bupati Haryanto menjelaskan alasannya merekomendasikan Hotel Safin sebagai tempat karantina, karena untuk membuat tempat karantina sendiri, Pemkab Pati harus merogoh anggaran yang jauh lebih besar. Belum lagi penyediaan tempat tempat karantina mendesak untuk meminimalkan kerawanan penularan Covid-19. Namun demikian, mereka yang bisa menjalani karantina di Hotel Safin, berdasarkan rekomendasi hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan. 119 kamar di hotel untuk karantina bagi masyarakat yang kesulitan menjalani karantina mandiri di rumah. Kesulitan yang dimaksud antara lain keresahan atau bahkan penolakan dari masyarakat.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s