Pemkab Pati Rencana Rasionalisasi Anggaran Antisipasi Penundaan DAU

101fm, Pati Kota - Pemkab Pati mulai merencanakan agenda rasionalisasi anggaran, untuk mengantisipasi tertundanya penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI senilai 35%.
Pemkab Pati menjadi salah satu dari 383 kabupaten/kota yang bakal tertunda penyaluran DAU dan DBH dari pemerintah pusat. Walau sudah telah menyampaikan laporan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terkait dengan refocusing dan realokasi untuk penanganan Corona.

"Kita sudah melaporkan namun laporan kita belum memenuhi target, karena ada beberapa ketentuan SKB dan PMK No. 35/2020 yang harus dipenuhi, salah satu persyaratan tersebut adalah target pemangkasan pada sejumlah pos anggaran yang belum mencapai 50 persen," ungkap Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di DPRD Kabupaten Pati.
Bupati menjelaskan DAU sejumlah 35 persen tersebut bersifat penundaan bukan pemotongan, artinya jika di bulan ini pemkab sudah bisa menyelesaikan laporan tersebut, bulan depan semuanya sudah akan dibayarkan.
"Jangan sampai salah persepsi karena DAU sebesar 35 persen tersebut berasal dari DAU yang didapat bulan ini, bukan dari total anggaran DAU selama satu tahun," terangnya.
Bupati Haryanto mengatakan saat ini pemerintah kabupaten sedang berusaha keras memenuhi target yang diminta Menteri Keuangan RI, untuk kembali melakukan realokasi dan refocusing anggaran.
Kabupaten Pati sejauh ini telah dua kali melakukan refocusing anggaran, refocusing I Rp32 milyar dan refokusing II menindaklanjuti SKB dan PMK No. 35/2020 hingga totalnya mencapai Rp139 milyar untuk penangan covid-19 secara nasional.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla