Kesimpangsiuran Data Penerima Bantuan Pemerintah Minimnya Verfal di Lapangan

101fm, Pati Kota – Adanya warga yang menerima ganda bantuan pemerintah seperti PKH, BPNT, BST dan BLT, disinyalir karena minimnya verifikasi faktual ke calon penerima manfaat. Sehingga masih ditemui orang mampu masih menerima bantuan pemerintah terkait penanggulangan kemiskinan di daerah.
Hingga saat ini masih banyak dijumpai warga yang memiliki rumah gedung bertingkat dan mobil, atau memiliki sawah atau kebun yang menerima bantuan dari pemerintah. Sementara di sisi lain banyak juga warga yang hidup serba kekurangan tinggal di rumah yang nyaris rubuh, justru tidak tersentuh bantuan tersebut.


“Harapan saya untuk masyarakat itu ikhlas untuk memberikan kesadaran untuk bisa memberikan haknya kepada orang lain ketika dia yang lebih membutuhkan. Karena disitu nanti ada berita acara jadi yang menyetujui kades dan BPD tokoh masyarakat biar tidak ada permasalahan,” demikian Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Tri Haryumi mewakili Kepala Dinas Sosial dan P3KB Pati dr Subawi saat diwawancara, Jumat pagi (15/5/2020).
Soal data warga penerima manfaat, kata Tri Haryumi kuncinya desa harus berani mengubah dan memvaliditas dan memverifikasi faktual di lapangan. Dan kesimpangsiuran data penerima bantuan pemerintah itu, karena masih menggunakan data 2015 lalu, yang semestinya sudah berubah.
“Hingga saat ini banyak data penerima data yang tidak sesuai, karena yang digunakan data 2015 sehingga yang turun ke bawah itu data yang masih murni dan belum ada verifikasi faktual. Tahun ini mulai melangkah sehingga datanya bisa lebih baik,” terangnya.
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Disos P3KB Kabupaten Pati Tri Haryumi mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah menerima dua pengaduan terkait warga penerima bantuan pemerintah. Namun setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan warga bersangkutan (yang sudah dipublish di media online) telah menerima bantuan program PKH.(pas-gus)

 

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla