Cetak
Dilihat: 104

101fm, Pati Kota – Menjelang lebaran Idul Fitri pusat-pusat perbelanjaan seperti swalayan dan super market mulai dipadati. Kondisi seperti ini menjadi rawan terjadinya penularan covid-19, dan sebisa mungkin dihindari.
Pemerintah Kabupaten Pati mengimbau agar warga masyarakatnya tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan covid-19 seperti menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengenakan masker, dan sesering mungkin cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. Cara inilah yang menjadi kunci memutus mata rantai penularan virus mematikan itu. Ini kembali disampaikan, karena saat ini pusat-pusat perbelanjaan mulai padat pembeli yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Saya pun sudah memberikan instruksi kepada Kepala Satpol PP Pati agar tempat - tempat yang menjadi pusat keramaian tersebut dapat ditata agar tidak terjadi kerumunan. Satu sampai dua hari ini akan saya pantau. Sebab ini ramainya kan karena jelang lebaran. Nanti akan kita panggil pengelolanya. Kan yang ramai ada dua, ADA dan Luwes. Apabila tidak mengindahkan, maka akan kita berikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku", demikian Bupati Pati Haryanto ketika dikonfirmasi, (18/5/2020).
Sanksi bagi pengelola pusat perbelanjaan yang membandel dan mengabaikan protokol kesehatan penanganan covid-19 ini, kata Bupati Haryanto yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pati, bisa berupa penangguhan izinnya untuk sementara sebagai efek jera maupun penerapan kebijakan yang lain.
Membludaknya pengunjung pusat perbelanjaan ini, disinyalir di Pati sejak sepekan terakhir ini Zero kasus positif Covid – 19, serta warga perantauan yang mudik untuk berbelanja keperluan lebaran. Dari pengamatan pusat perbelanjaan besar di Pati, pihak pengelola sudah menerapkan protokol kesehatan, hanya saja warga yang kurang patuh.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s