Desa-Desa Bakal Gelagapan Hadapi Kenormalan Baru

101fm, Pati Kota – Selama ini Dana Desa (DD) untuk alokasi dampak penanganan corona, lebih terfokus dan habis kepada Bantuan Langsung Tunai (BLT). Padahal saat pemerintah memberlakukan kenormalan baru (new normal), justru desa-desa akan lebih membutuhkan anggaran yang lebih besar.
Pemerintah, dari pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga ke desa/kelurahan, akan membutuhkan anggaran yang lebih besar, ketika kenormalan baru (new normal) mulai diberlakukan. Sementara anggaran untuk alokasi dampak penanganan corona yang bersumber dari Dana Desa (DD), telah habis untuk BLT.

“Kenormalan baru identik dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat dan membutuhkan anggaran. Tapi sayangnya kemarin, kita sidak ke sejumlah desa banyak anggaran penanganan covid yang sudah habis. Sehingga nantinya edukasi dan sosialisasi tidak bisa lagi dilakukan. Karena DD yang dialokasikan untuk penanganan dampak corona, 90% ke BLT-DD. Dan beberapa desa sudah ada yang habis,” demikian Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati Bambang Susilo, usai memimpin rapat bersama eksekutif di gedung dewan, Rabu (17/6/2020).
Bambang Susilo menambahkan, pihaknya tidak mau menyalahkan pihak manapun, karena regulasi di tingkat pusat yang berubah-ubah. Bahkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) berubah dua kali dalam sebulan. “Sementara itu juga ada penambahan yang Rp300ribu, sedang di Permendes hal itu belum diatur hal itu. Karena yang menjadi dasar itu Permendes bukan PMK,” kata Bambang Susilo.
Ketua Komisi A DPRD Pati Bambang Susilo berpendapat, untuk penanganan corona saat menghadapi kenormalan baru ada kebijakan pemerintah pusat terkait anggaran yang dibutuhkan nanti.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla