Krisis Darah, PMI Ajak Masyarakat Donor

101fm, Pati Kota – Sejak pemerintah mengumumkan masa transisi menuju kenormalan baru (new normal), permintaan darah di PMI Kabupaten Pati meningkat. Saking banyaknya permintaan dari pasien yang membutuhkan, PMI kini krisis darah.
Permintaan darah dalam sepekan terakhir ini meningkat, namun sisi lain kegiatan donor darah oleh masyrakat belum maksimal seperti sebelum masa pandemi.
“Sedangkan sekarang, semenjak masa transisi menuju new normal, jumlah pasien di rumah sakit mulai naik. Dengan demikian permintaan darah juga ikut naik. Akhir-akhir ini permintaan darah yang tertinggi sehari sampai 60 ampul. Rata-rata 30 sampai 40 ampul per hari. Sedangkan di sini bisa dilihat, hari ini tidak ada pendonor yang datang,” demikian Humas UTD PMI Kabupaten Pati Syafa’ati kepada awak media Sabtu (20/6/2020).

Kondisi menipisnya persediaan darah ini tutur Syafaati, terjadi akibat PMI belum bisa melakukan kegiatan-kegiatan donor darah massal di luar. Beberapa instansi maupun perusahaan yang biasanya menjadwalkan donor darah massal, sejauh ini masih menerapkan pembatasan-pembatasan terkait pandemi virus corona.
“Perlu juga saya sampaikan kepada warga pati, donor darah di Pati didonminasi siswa setingkat SMA. Prosentasenya mencapai 50 persen dari keseluruhan donor. Karena ini masih libur (belajar dari rumah), kami belum bisa menjadwalkan di sana. Sehingga stok darah kami selalu kurang. Karena itu kami butuh peran masyarakat. Kami anjurkan datang ke kantor kami untuk donor,” papar Syafa’ati.
Untuk menyiasatinya, Humas UTD PMI Kabupaten Pati Syafaati pihaknya menerapkan sistem tukar. Bagi setiap permintaan darah harus membawa anggota keluarga atau kerabatnya sebagai donor pengganti. Dengan cara ini, ketersediaan darah di PMI bisa dipertahankan.
Stok darah PMI Kabupaten Pati, per 20 Juni 2020, golongan darah A 25 ampul, B 30 ampul, O 31 ampul, dan AB 15 ampul.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla