Cetak
Dilihat: 124

101fm, Pati Kota – Polres Pati masih menyelidiki dugaan kasus penipuan arisan online beromset ratusan juta rupiah. Untuk sementara baru dua orang yang melapor ke polisi karena merasa tertipu arisan online tersebut.
Kasus dugaan penipuan arisan daring (online) masih dalam penyelidikan Polres Pati. Polisi telah memintai keterangan dua orang saksi sekaligus pelapor yang mengaku tertipu dengan ulah pengelola/penyelenggara arisan daring (online) itu.

“Sampai saat ini kita masih menyelidiki dan memeriksa saksi-saksi karena pelapor terus bertambah. Kita akan petakan, dan akan dibagi dalam beberapa kluster korban. Korbannya juga tidak cuma di Kabupaten Pati saja tapi juga di luar daerah,” demikian Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat kepada radio PAS Pati usai menerima kado HUT ke 74 Bhayangkara dari Forum Jurnalis Independen Pati (Forjip), Selasa (30/6/2020).
Pihaknya melakukan penyelidikan, kata Kapolres Pati karena asa sejumlah anggota arisan daring yang merasa ditipu mendatangi dan melapor ke Polres Pati. Mereka melapor ke polisi lantaran pengelola arisan daring tersebut tidak dapat lagi diajak berkomunikasi.
Bersama sejumlah anggota arisan daring, Dian Novita Sari mengaku dia terpaksa melaporkan penyelenggaranya ke polisi untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. Menurutnya selama ini, pembayaran uang arisan juga dibayarkan secara daring ke rekening penyelenggara. Rerata dari anggota arisan ini, telah menyetor Rp500ribu hingga Rp1 juta setiap bulannya. Dan arisan ini sudah berlangsung sejak sepuluh bulan terakhir.
“Harapannya laporan dugaan penipuan arisan ini segera ditindak-lanjuti oleh apara kepolisian dan pelaku bisa segera ditangkap,” harapnya.
Anggota arisan daring ini sebelumnya juga sempat menggrudug rumah penyelenggara di Desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti, untuk menuntut uang mereka dikembalikan. Namun upaya itu gagal total, karena penyelenggara arisan daring tidak berada di rumahnya alias menghindari anggota arisan yang dikelolanya.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s