Mediasi Soal Kepemilikan Tanah, Camat Sarankan Gugatan Perdata

101fm, Pati Kota – Pengajuan permohoanan sertifikat kepemilikan tanah oleh seorang warga Kelurahan Pati Kidul yang sempat memunculkan permasalahan, ternyata harus dimediasi. Forkompimcam Pati Kota menyarankan pihak-pihak yang saling bersitegang bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan itu secara hukum perdata di pengadilan.
Mediasi yang diinisiasi Camat Pati Didik Rusdiartnono terkait masalah pengajuan sertifikat kepemilikan tanah itu, mengundang seseorang yang ahli waris Wagini didampingi Ormas Wong Pati Madani.
Menurut Camat Pati Didik Rusdiartono, permasalahan itu awalnya adanya penolakan Kepala Kelurahan Pati Kidul untuk menandatangani pengajuan akte sertifikat. Karena tanah yang diaku sebagai milik ahli waris Wagini itu telah bersertifikat HM Nomor 00134 dan HM Nomor 142 atas nama Muhammad Iskandar. “Sehingga Kepala Kelurahan tidak berani menandatangani pengajuan tersebut. Dan karena mendapat tekanan, Lurah mencari dan memfotokopikan leter C desa atas nama Wagini. Ternyata tanah atas nama Wagini bukan sebidang tanah pada gambar yang diajukan pada permohonan tersebut. Tapi sebidang tanah di tempat lain atas nama Wagini yang sekarang masih hidup dengan sertifikat HM Nomor 2008,” katanya.

Camat Didik Rusdiartono menilai, pengajuan akte sertifikat yang disampaikan ahli waris Wagini didampingi Ormas Wong Pati Madani itu kurang tepat karena tidak ada satu bukti atas kepemilikan sebidang tanah berserfitikat HM atas nama Muhammas Iskandar. Sedang menurut ahli waris, Wagini pernah tinggal di tanah tersebut, namun bukan berarti tinggal itu memiliki sebab tidak ada bukti kepemilikan apapun.
Koordinator Ormas Wong Pati Madani Cahya Basuki mengatakan, setelah mediasi itu pihaknya akan mendiskusikan lagi dengan ahli hukum untuk mengambil sikap terhadap permasalahan tersebut. “Apakah kita akan ke jalur meja hijau atau tidak, belum tahu. Yang jelas kita sudah melaporkan Pak Lurah ke Polres Pati pada 1 Juli 2020. Nah ahli waris sudah mulai dipanggil ini pada 8 Juli 2020 ini. Riilnya, kami tidak dilayani, jadi hal ini penyalahgunaan wewenang. Mediasi ini terus terang masih kecewa. Seharusnya sertifikat dibuka terang benderang sehingga tahu semuanya tanpa kejelasan sertifikat itu ya enggak bisa,” ujar Cahya Basuki dengan santai.
Camat Pati Didik Rusdiartoro menyarankan agar jelas duduk perkaranya, ahli waris Wagini dengan didampingi Ormas Wong Pati Madani menggugat perdata soal kepemilikan tanah tersebut ke pengadilan.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla