Cetak
Dilihat: 81

 

101fm, Pati Kota – Pernyataan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati yang menyatakan dua seniman reaktif rapid test padbuat para pekerja seni meradang. Mereka menolak pernyataan Tim Gugus Tugas dengan mengirimkan seniman bersangkutan untuk rapid test ulang di RS Mardi Rahayu Kudus yang justru hasilnya berbalik 180 derajat. Hasil rapid test ulang menyatakan non reaktif.
Berita rilisan Pemkab Pati yang menyebut dua seniman reaktif rapid test dan mengkarantina di Hotel Kencana, mendapat bantahan keras dari para penggiat seni (seniman). Seniman menolak pernyataan Bupati sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati Haryanto, yang dipublish di media masa. Rilisan itu menyebar ke sejumlah awak media, usai berlangsung aksi doa bersama di Alun-Alun, dan beraudensi seniman dengan Pemkab Pati di ruang rapat Kembangjoyo Setda Pati yang ditemui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Winarto, Kamis (10/7/2020).

Saat konferensi pers di rumah aspirasi di Desa Panjunan, Jumat petang 910/7/2020), Koordinator Seniman Pati Deni Asmara menilai, adanya dua dari dua puluh pekerja seni yang beraudensi reaktif rapid test dan dikarantina, hoaks. Karena setelah menjalani rapid test ulang di RS Mardirahayu Kudus hasilnya non reaktif. Serta tidak ada seorang seniman pun yang dikarantina di Hotel Kencana.
“Ini bisa dicek dan mengecek Kembali apakah ada yang dimaksud diberita yang sudah tersiar itu, dari dua puluh yang masuk untuk audensi ada dua puluh orang mewakili seniman dua diantaranya dikarantina?, tidak ada. Jadi perlu saya tegaskan untuk berita-berita yang sudah dimuat itu semuanya hoaks, semuanya bohong,” tutur Deni Asmara.
Menurut Koordinator Seniman Deni Asmara, dua seniman yang dinyatakan reaktif rapid test itu Komedian asal Juwana Gunarto dan seniman asal Tayu atas nama Ari, hanya saja yang bersangkutan saat itu justru duduk bersamanya.
Para seniman juga menyesalkan terbitnya berita yang dirilis tersebut. Setelah terbitnya berita itu rumah Gunarso di Juwana didatangi tim Kesehatan yang mengabarkan agar anggota keluarganya mengikuti rapid test. Bahkan melalui pesan jejaring social dari seorang bidan dengan anak perempuan Gunarso memberitahukan aka nada penjemputan anggota keluarganya untuk dikarantina.
Menanggapi hasil rapid test ulang seorang seniman di RS Mardi Rahayu Kudus, Bupati Pati Haryanto menegaskan, data hasil yang dikeluarkan tim gugus tugas adalah valid. Sesuai data hasil rapid test pada Kamis (9/7/2020) dua seniman Pati asal Tayu dan Juwana dinyatakan reaktif.
“Hasil rapid test merupakan skrining awal dan tergantung kondisi tubuh saat pengujian. Bila melakukan pembanding di lain tempat hasilnya dapat berubah sesuai kondisi tubuh,” kata Bupati.
Bagi warga masyarakat yang reaktif rapid test memang harus menjalani test SWAB untuk mengetahui terpapar virus corona atau tidak. Untuk rumah karantina bagi mereka yang reaktif rapid test diminta isolasi di Hotel Kencana, sambal menunggu untuk uji SWAB.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s