Surat Penertiban Kegiatan TPQ Bukan Penutupan Tapi Penundaan

101fm, Pati Kota – Pemkab Pati telah bersurat kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, yang berisi penertiban TPQ. Ini menindaklanjuti banyaknya komplain masyarakat yang kawatir semakin banyak warga yang tertular corona kepada Ketua GTPP Covid19 Kabupaten Pati, masih banyaknya TPQ yang melaksanakan kegiatan. Pihak-pihak berekasi negatif di media sosial, serta memaksa Pemkab Pati dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid19 Pati memberikan klarifikasi.
Pemerintah Kabupaten Pati bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid19 memberikan klarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait penutupan TPQ. Informasi itu dinilai salah. Dalam surat itu Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan kembali dan mengimbau agar pengurus TPQ di Kabupaten Pati menunda pembelajaran dengan tatap muka.

Menurut Bupati sekaligus Ketua GTPP Covid19 Pati, penundaan pembelajaran tatap muka sesuai dengan Keputusan Bersama empat menteri, yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Ini merupakan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut.
"Sudah ada 5 anak yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Pati dan telah dikarantina. Agar penularan tidak semakin lanjut, penundaan pembelajaran tatap muka adalah pilihan terbaik," tegasnya.
Pembelajaran tatap muka, kata Bupati Haryanto sangat rentan terhadap penyebaran dan penularan Covid-19.
Setelah kondisi normal, pembelajaran tatap muka secara bertahap akan dilakukan. Penundaan pembelajaran tatap muka, semata-mata untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat Kabupaten Pati. Ini untuk mencegah kluster-kluster baru penyebaran corona di Pati, dan perlu dukungan serta pengertian dari masyarakat.
Soal jajak pendapat yang ada sosial media tentang respon masyarakat terhadap penundaan dibukanya TPQ, Bupati mengatakan bahwa jajak pendapat itu belum mewakili seluruh masyarakat Pati.
"Tentunya sebagian masyarakat juga khawatir dengan kondisi pandemi ini dan berharap anak- anaknya untuk tetap di rumah," imbuhnya.
Bupati juga mengimbau pada organisasi masyarakat agar tidak terpancing dengan pemberitaan negatif yang beredar di sosial media terkait penundaan pembelajaran TPQ melalui tatap muka.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla