Ketua DPRD Pati Angkat Bicara Soal Bidang Tanah Bekas Pasar Sepeda

101fm, Pati Kota – Tanah bekas Pasar Sepeda di Desa Semampir yang dihapus untuk pengembangan Pasar Sleko II, masih hangat disoal warga desa setempat hingga kalangan para wakil rakyat. Pasalnya aset Pemkab Pati itu telah beralih sertifikat hak milik orang pribadi. Ini membuat para wakil rakyat penasaran untuk membuka seterang-terangnya peralihan tanah tersebut, meski tercantum dalam SK DPRD Kabupaten Pati tertanggal 25 Oktober 2001.
Sebidang tanah yang di atasnya sekarang berdiri bangunan los itu, aset Pemkab Pati. Tapi seiring perjalanan waktu, justru tanah yang sekarang di atasnya berdiri bangunan los itu sertifikatnya telah berubah, dari yang semula hak pakai menjadi hak milik orang pribadi atas nama Ernawati warga Kabupaten Kudus.

Diwawancara radio PAS, Ketua DPRD Pati Ali Badruddin mengaku pihaknya memang sudah menerima laporan hasil rapat Komisi A DPRD dengan pihak-pihak terkait meski belum membaca seluruh isinya terkait tanah bekas Pasar Sepeda itu. Ali Badruddin mengatakan, berdasar SK DPRD Kabupaten Pati 2001 tersebut tidak menyebut adanya penghapusan atas tanah dengan nomor 238. “Di point ke dua Keputusan DPRD itu berbunyi menghapus Pasar Sepeda yang terletak di Desa Semampir Kecamtan Pati Kota seluas 610 m2 untuk dibanguni los-los kios untuk pengembangan. Artinya, menurut pemahaman kami tidak ada kata-kata menghapus aset hanya menghapus Pasar Sepeda untuk dibanguni los-los agar bermanfaat untuk masyarakat banyak,” katanya.
Karena pihaknya telah menerima laporan lengkap dari Komisi A dan kembali menerima surat dari warga dan Pemerintah Desa Semampir, kata Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badruddin pihaknya akan membahasnya kembali bersama unsur pimpinan dewan untuk menentukan langkah berikutnya. Seperti membentuk panitia khusus dengan mengundang pihak-pihak terkait lagi. “Kalau memang proses lelangnya itu benar, tentu saya pribadi melihat yang patut kita pertanyakan, bukan masalah benar dan tidak, yang patut kita pertanyakan keputusan DPRD dengan pelaksanaan penghapusan ini. Ini yang kelihatannya ada simpang siur, ini nanti yang akan kita dalami dan akan kita korek lebih lanjut,” ujarnya.
Dalam keputusannya DPRD Kabupaten Pati memberikan persetujuan penghapusan dan pembangunan terminal kapuk di Desa Blaru dengan luas 2.043 m2 dengan harga jual Rp60ribu hingga Rp80ribu/m2 dan hasilnya digunakan untuk pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Pati. Selain itu juga memberikan persetujuan penghapusan Pasar Sepeda di Desa Semampir seluas 610 m2 hak pakai untuk dibangun los-los pengembangan Pasar Sleko II. DPRD Kabupaten Pati juga menyetujui untuk melakukan pembangunan tanah Pemerintah Daerah Kabupaten Pati dengan pihak ketiga dengan cara lelang (tanah depan bekas kantor Pembantu Bupati Pati Wilayah Juwana seluas 2.527 m2 di Desa Doropayung Kecamatan Juwana untuk dibangun pertokoan dengan bangunan selama 30 tahun. Dan mensyaratkan pihak ketiga membayar kontribusi kepada Pemkab Pati sebesar Rp250juta. Setelah 30 tahun tanah dan bangunan tersebut kembali menjadi milik Pemkab Pati.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla