Ikavesti Pati Simulasikan Pernikahan di Era Pandemi Corona

101fm, Pati Kota – Untuk memberikan gambaran nyata penyelenggaraan acara pesta pernikahan di era new normal (era pandemi corona), Ikatan Vendor Pesta Pernikahan Kabupaten Pati (Ikavesti) menyelenggarakan simulasi. Simulasi sehari di Hotel Pati, Senin (27/7/2020) itu, sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 49 tahun 2020 tentang penertiban protokol kesehatan penanganan covid19.
Simulasi Ikatan Vendor Pesta Pernikahan Kabupaten Pati (Ikavesti) untuk memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kabupaten Pati, terkait penyelenggaraan pesta pernikahan di masa pandemi corona.

Panitia Simulasi Pesta Pernikahan di Era New Normal Tanti Wuryan Martania mengatakan, Ikavesti ingin memvisualkan Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 49 tahun 2020 terkait tata cara penyelenggaraan resepsi di gedung, di rumah, di ball room atau di restouran. “Kita ingin memvisualkan itu, ternyata kita sudah diberikan kepercayaan untuk simulasi ini, didokumentasi dan ada tim verifikasi yang nantinya akan menilai apakah yang Ikavesti selenggarakan layak untuk dibagi ke masyarakat,” jelasnya.
Jika ternyata hal ini dirasa aman dan boleh diselenggarakan masyarakat umum, kata Tanti Wuryan Martania nantinya masyarakat tidak perlu kawatir dengan acara pernikahan asal sesuai dengan peraturan protokol kesehatan. Protokol kesehatan menjadi wajib di pesta pernikahan di era new normal ini, seperti pakai masker, ada tempat cuci tangan, serta imbauan untuk jaga jarak termasuk mematuhi peraturan di pelayanan makanan untuk sementara dibawa pulang. “Nanti jika kondisinya semakin membaik diperbolehkan adanya makan di tempat dengan adanya jangka waktu yang diperpendek. Jadi dengan angin segar ini semua vendor pernikahan bisa bekerja kembali asal sesuai dengan peraturan yang penting protokol kesehatan tetap jaga penuh, dengan tetap bersinergi dengan pemerintah daerah agar kita bisa melaksanakan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.
Panitia Simulasi Pesta Pernikahan Ikavesti, Tanti Wuryan Martania mengatakan, dalam penyelenggaraan pesta pernikahan ini, ada beberapa ketentuan yang diatur tidak boleh dilanggar seperti tidak ada salaman, mengharuskan menggunakan sarung tangan saat sungkeman. Dengan kata lain, bersalaman dengan keluarga boleh, dengan saudara harus berhati-hati dan dengan orang lain harus waspada. (pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla