10 Hari Hilang, Jenazah Nelayan Desa Keboromo Ditemukan di Pantai Karimunjawa


101fm, Pati Tayu – Setelah sepuluh hari dalam pencarian setelah jatuh tercebur ke laut saat tebar alat tangkap rajungan (bubu), di Perairan Mondoliko Jepara, jenazah nelayan Kecamatan Tayu, ditemukan di Pantai Karimunjawa. Penemuan pada Jumat sore kemarin (31/7/2020) itu, mengakhiri pencairan nelayan berusia sembilan belas tahun yang hilang sejak beberapa hari lalu. Setelah melakukan pencarian dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD, Tim SAR dan nelayan, akhirnya Ragil Permana Putra nelayan warga Desa Keboromo

Kecamatan Tayu itu diketemukan. Tubuh nelayan berusia sembilan belas tahun itu, hanya dapat kenali dari pakaian yang dikenakan terakhir kalinya saat melaut mencari ikan bersama Sukarno (40 tahun) dan Sutanto (18 tahun) yang juga nelayan Desa Keboromo Kecamatan Tayu.
Perangkat Desa Keboromo Kecamatan Tayu Wawong kepada Radio PAS Pati membenarkan, jenazah Ragil Permana Putra telah ditemukan, hanya saja langsung dimakamkan di Pantai Karimunjawa. “Jadi jenazahnya sudah ditemukan di Mondoliko Karimunjawa, dan keadaannya di sana itu seluruh badannya sudah rusak, sehingga tidak bisa dibawa pulang langsung dimakamkan di sana,” demikian Wawong.
Selain kondisi tubuhnya yang sudah rusak, untuk membawa jenazah Ragil Permana Putra ke kampung halamannya di Desa Keboromo Kecamatan Tayu membutuhkan biaya yang mahal. Sehingga atas kesepakatan keluarga untuk memakamkan jenazah Ragil Permana Putra di Mondoliko Karimunjawa. “Diketemukannya kemarin sore, dan saya diberitahu Pak Inggi (Kades Keboromo) pada malam harinya. Ya sore hari kira-kira sebelum maghrib,” kata Wawong.
Menurut informasi yang diterimanya jenazah nelayan muda Ragil Permana Putra ditemukan di Bibir pantai sebelah timur Desa Nyamuk RT 002/ RW 002 Kecamatan  Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jum'at (31/7/2020) sekitar pukul 16.30.  Kapolsek beserta Muspika Kecamatan Karimunjawa , PMI, dan Perangkat Desa Nyamuk menuju lokasi penemuan jenazah nelayan warga Desa Keboromo Kecamatan Tayu Kabupaten Pati itu. “Saat ditemukan jenazah masih memakai kaos panjang warna biru bertuliskan UD Sedoso Putro, celana training panjang warna merah bertuliskan Adidas,” katanya.   Mengutip laporan yang diterimanya, kata Wawong jenazah Ragil kali pertama diketahui M Jamal (37 tahun) dan Suprianto  (39 tahun) nelayan desa setempat yang hendak memeriksa tanaman agar-agarnya yang berada di perairan pantai sebelah timur di Desa Nyamuk.  Ketika sampai di bibir pantai, kedua nelayan itu terkejut  melihat tubuh terlentang yang kepala sama perutnya sudah hancur dan membusuk. “Keduanya kembali  dan memberitahu Abdul Mukhid (60 tahun) ayahnya serta melaporkan ke perangkat desa,” katanya.   Hasil pemeriksaan bidan desa memperkirakan mayat tersebut sudah meninggal lebih dari sepekan, serta tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Karena kondisi tubuh korban yang sudah rusak, warga bersama Pemdes Nyamuk memakamkan jenazah Ragil Permana Putra, nelayan Desa Keboromo Kecamatan Tayu itu di pemakaman umum desa setempat.   Seperti yang Radio PAS FM Pati siarkan, nelayan Desa Keboromo Kecamatan Tayu bernama Ragil Permana Putra, hilang tercebur ke laut pada Rabu (22/7/2020) sekitar pukul 10.00 sekitar 10 mil arah utara perairan Tayu. Saat itu korban kecelakaan laut ini bertiga bersama Sukarno (nakhoda dan pemilik perahu dan seorang nelayan lainnya.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla