Seluruh Desa di Kecamatan Wedarijaksa Canangkan Gerakan Pakai Masker

101fm, Pati Kota – Desa-desa di Kecamatan Wedarijaksa mencanangkan gerakan pakai masker, Rabu (16/9). Pencanangan tersebut sebagai tindak lanjut pelaksanaan Inpres Nomor 6 tahun 2020, Perbup Nomor 66 tahun 2020 serta Surat Edaran Bupati Pati dalam upaya pencegahan penyebaran pandemi corona.
Delapan belas desa di Kecamatan Wedarijaksa mencanangkan gerakan memakai masker kepada warga masyarakatnya di balai desa masing-masing. Pencanangan tersebut untuk menggerakan semua elemen masyarakat yang ada di desa untuk disiplin mengenakan masker saat keluar rumah untuk meminimalkan penularan corona. Selain itu juga menggencarkan imbauan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta menjaga jarak antar individu dan kerumunan masa.

“Bahwa kita siap mencanangkan gerakan memakai masker. Ini sekaligus kami informasikan bahwa kegiatan ini sebagai momentum masyarakat wajib memakai masker sampai dengan pandemi selesai. Kemudian kami sampaikan kepada masyarakat, bahwa Pemkab Pati melaksanakan Jam Malam sampai waktu yang tidak ditentukan,” demikian Camat Wedarijaksa Suharyanto saat menyampaikan pernyataannya di Bincang Kopi Pagi radio PAS Pati, Rabu (16/9).
Untuk jam malam sendiri, kata Camat Wedarijaksa sudah dilaksanakan sejak Senin malam lalu (14/9) mulai pukul 22.00 hingga pukul 04.00. Pelanggar aturan ini bakal mendapat sanksi berupa sanksi sosial hingga sanksi denda yang besarnya ditentukan di dalam Perbup Nomo 66 tahun 2020, antara Rp100ribu hingga Rp1 juta. “Pelaksanaan kegiatan gerakan memakai masker maupun jam malam yang sudah mulai berjalan ini, kami mengirimkan tim monitoring dari seluruh dinas instansi, kemudian karyawan kami yang ada di kecamatan dan semua tim gugus tugas covid-19 kita koordinasikan, termasuk Babinsa, Babinkamtibmas serta bidan desa kita maksimalkan agar pandemi corona segera berakhir,” jelas Suharyanto.
Menanggapi masih adanya warga masyarakat yang membandel dan menganggap pandemi konspirasi rumah sakit mengambil untung, Camat Wedarijaksa Suharyanto berharap masyarakat tidak termakan berita bohong semacam itu. Di sisi lain, pihaknya tetap terus memberikan pencerahan dan sosialisasi agar masyarakat sadar pandemi corona yang mengancam semua manusia tanpa melihat strata ekonomi maupun pendidikan.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla