Dinas Sosial Edukasi Calon OTA Bayi Temuan

Pati, Kota –Belasan pasangan suami istri, calon orang tua angkat (COTA) mengikuti edukasi adopsi bayi temuan, di aula Dinas Sosial Kabupaten Pati, Selasa pagi (3/10). Pengampu edukasi proses adopsi anak tersebut, dua Pekerja Sosial dari Kementerian Sosial RI.  Proses adopsi bayi temuan, masih berlanjut hingga sekarang. Setelah menyerahkan  pengasuhan ke Puskesmas Pati I, Dinas Sosial Kabupaten Pati mengedukasi kepada calon orang tua angkat (COTA). Ada sekitar 14 pasangan suami istri yang mengikuti tahapan edukasi untuk menjadi orang tua angkat bayi temuan tersebut.

Pekerja Sosial Kementerian RI yang menangani edukasi kepada para calon orang tua angkat, Eva Dwi Iriana didampingi Yuli Ferdi Wibowo mengungkapkan, pada proses edukasi ini pihaknya memberikan penjelasan secara gamblang kepada calon orang tua angkat (COTA) secara terbuka. Mulai dari alur dan persyaratan mengadopsi bayi temuan. Termasuk jadual kunjungan ke rumah COTA (home visit).
“Untuk tahap edukasi ini kita menyampaikan tentang apa itu adopsi, kemudian aturannya apa saja, persyaratan adopsi, sampai kepada penjelasan bagaimana kalau berkeinginan mengadopsi bayi temuan. Karena untuk adopsi bayi temuan ada aturan tersendiri. Sehingga perlu kita sampaikan kepada calon orang tua angkatnya,” katanya.
Salah seorang COTA, Ahmadi warga Rendole Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo didampingi istrinya mengaku, keinginannya mengadopsi bayi temuan berjenis kelamin perempuan tersebut, semata-mata bukan sekedar kasihan dan memiliki anak, tapi ingin agar masa depan bayi temuan kelak lebih baik.
“Pasti ini yang terbaik untuk anak, baik pendidikan maupun kasihan anaknya. Bukan orang tuanya. Kalau orang tuanya silahkan mau berbuat apa, monggo saja. Tapi ini murni untuk pentingan  anak,” ujar Ahmadi warga  Desa Muktiharjo.
Setelah mengedukasi prosedur dan tata cara adopsi, Dinas Sosial bersama Pekerja Sosial Kementerian RI, akan home visit atau kunjung ke rumah para COTA itu, untuk menentukan satu pasangan suami istri untuk melanjutkan proses untuk asuhan sementara selama 6 bulan. Setelah itu baru proses sidang tim perijinan pengangkatan anak (PIPA) di Provinsi Jawa Tengah.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla