Pelti Pati Motivasi Petenis Junior di Tengah Pandemi

101fm, Pati Kota -  Pengurus Kabupaten Pelti Pati memotivasi para petenis juniornya, untuk terus berlatih di tengah pandemi covid-19. Untuk mendongkrak semangat, pengurus cabor tennis lapangan dalam latihan rutin bersama pelatih dan mantan petenis timnas Bonit Wiryawan, turut menghadirkan petanis junior asal Madura yang menjadi timnas saat melawan Kenya pada pertandingan internasional belum lama ini.
Para petenis junior yang dimiliki Kabupaten Pati memiliki potensi dan peluang masuk timnas. Karena di kelompok umur Jawa Tengah, petenis-petenis junior Pati menempati peringat 1 dan peringkat 2.

Diwawancara radio PAS Pati, Kamis siang (1/10), Ketua Pengkab Pelti Pati Joni Kurnianto menyatakan, dia ingin petenis-petenis junior binaannya tetap berlatih meski di tengah pandemi corona. Dan untuk mendongkrak semangat mereka, pada latihan rutin bersama pelatih dan mantan petenis nasional Bonit Wiryawan, Pelti Pati mendatangkan Gunawan petenis junior asal Madura yang menjadi timnas. Serta membagikan kaos Pelti yang belakangnya bergambar petenis dunia Novak Djokovic dan Roger Federer. “Kita buatkan seragam kaos yang memang kita buat yang dibelakangnya ada foto petenis dunia Novac Jokovic dan Roger Federer intinya biar memotivasi anak-anak agar jiwanya termotivasi dan mereka biar termotivasi dengan hadirnya Gugun timnas yang masih berusia 17 tahun asal Madura, dia pernah melawan Kenya saat pertandingan internasional.  Dari anak seorang Madura yang bukan apa-apa tapi sekarang menjadi timnas inti tennis lapangan,” jelasnya.
Joni Kurnianto mengatakan, sebenarnya petenis junior yang dimiliki Pelti Pati agak kecewa karena banyak pertandingan tingkat nasional hingga daerah dibatalkan. Dia mencontohkan, di Magelang yang pesertanya dibatasi hanya  40 peserta, dan di Semarang juga hanya dibatasi 30 peserta. Untungnya, beberapa petenis junior Pati bisa mengikuti karena di kelompok umurnya berada di rangking 1 dan rangking 2, sehingga mendapat undangan. “Sedang untuk target untuk Porprov  yang ke sekian lah, yang penting saya pembinaan untuk atlet-atlet kita anak-anak. Karena atlet ini tidak dibina dibiarkan saya membangun dari nol lagi. Jadi mumpung ini berkelanjutkan kita lanjutkan terus. Alhamdulillah  mereka mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.
Ketua Pengka Pelti Pati Joni Kurnianto mengatakan,  untuk menjaga stamina dan teknik bermain mereka latihan tiga jam pada pagi dan sore hari secara rutin dan terjadual. Pelti Pati juga akan menambah pelatih khusunya yang menangani fisik untuk membenahi fisik para petenis junior. Sedang untuk pelatih teknik, selama ini sudah dipercayakan kepada Bonit Wiryawan. (pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla