Bupati Pati: Tidak Ada Rumah Sakit Covidkan Pasien

101fm, Pati Kota – Belakangan tersebar anggapan yang sengaja dihembuskan oknum masyarakat, yang antipati terhadap upaya pemerintah menanggulangi pandemi covid di Pati. Namun demikian pemerintah mengajak masyarakat untuk senantiasa berpikiran positif, serta mendukung upaya memutus rantai penularan virus corona dengan selalu menaati protokol kesehatan.
Dalam penanganan pandemi covid-19, masyarakat harus menjauhkan anggapan negatif terkait pemakaman dengan standart protokol kesehatan. Ini karena untuk kewaspadaan dan mengantisipasi penularan dan penyebaran covid-19, meski hasil laboratorium SWAB-nya dikemudian diketahui negatif atau positif.  

“Kita berpikir yang positif saja lah ya. Jadi tidak ada niatan memositifkan pasien itu tidak ada. Itu cuma salah persepsi saja.  Kalau di Kabupaten Pati itu tidak ada, saya bersama Wabup dan Sekda  memantau terus,” demikian Bupati Haryanto didampingi Wabup Saiful Arifin dan Sekda Suharyono usai mengikuti rapat paripurna DPRD, Senin siang (5/10).
Bupati Haryanto mengakui, kematian pasien dalam perawatan akibat terinfeksi covid-19 di Pati belakangan tinggi. Namun, pasien-pasien yang meninggal dunia akibat corona itu, lebih banyak yang dirawat di rumah sakit di luar Pati. Dari data yang ada, kata Bupati Pati, di luar rumah sakit Pati justru ada tiga puluhan. Mereka tersebar di RS Muwardi Solo, RS Karyadi Semarang, RS Ketileng Semarang, RS Soetrasno Rembang dan rumah-rumah sakit lainnya. Sementara di Pati sendiri, di RS Fastabiq Sehat ada 7 pasien, RSUD RAA Soewondo ada 6 pasien, KSH 4 pasien, dan RSI 1 pasien. “Jadi tidak ada istilah di-covid-kan, gak ada...kalau saya lho ya. Karena saya mengikuti sendiri bersama Wabup dan Sekda, kita itu niatnya ikhlas nangani wabah. Tidak ada unsur mencari keuntungan, tidak ada celah keuntungan itu tidak ada. Jadi ini kan terkadang di masyarakat perdesaan dikaitkan dengan hal ini,” terangnya.
Bupati Pati Haryanto berharap, masyarakat tetap menaati protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, serta menghentikan menyebarkan anggapan-anggapan negatif yang jaruh dari mendidik masyarakat dalam memutus rantai penularan virus corona.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla