Puluhan Aktivis PMII Pati Tolak UU Omnibus Law

101fm, Pati Kota - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pati menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Kabupaten Pati, Senin pagi (12/10). Mereka menyuarakan penolakannya terhadap pengesahan UU Omnibus Law. Aksi unjuk rasa tersebut mendapat penjagaan ratusan personil polisi dari Polres maupun dan Brimob Pati serta Kodim 0718/Pati.

Dengan mendapat pengawalan dari Satlantas Polres Pati, kemudian berhenti dan memarkir kendaraannya di depan Kantor Bupati, para mahasiswa yang tergabung dalam wadah PMII itu, berjalan sambil membawa poster dan bendera organisasi, berunjuk rasa di depan gedung DPRD Pati. Mereka meneriakan yel-yel dan slogan bernada penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law tersebut.
Ketua PMII Kabupaten Pati Soimul Mubarok berharap pemerintah menunda pemberlakuan dan Presiden tidak menandatangani Undang-Undang Omnibus Law itu. "Selain itu, Kita mengecam keras dengan adanya aparat keamanan yang bermain represirf terhadap para pendemo terutama mahasiswa PMII, dan kita akan mengawal penuh dan memberikan ruang kepada PB PMII untuk melakukan Yudicial Revie ke Mahkaman Konstitusi," terangnya.
Ketua DPRD Ali Badruddin didampingi Wakil Ketua Joni Kurnianto dan beberapa anggota dewan lainnya usai beruadensi dengan para pengunjuk rasa mengatakan, tuntutan secara tertulis PMII akan disampaikan kepada Presiden, karena itu menjadi kewenangan atau domain pemerintah pusat. "Kami di daerah hanya bisa menindak-lanjuti, tidak bisa memutuskan. Kami akan menindak-lanjuti apa yang menjadi tujuan teman-teman PMII dan BEM se-kabuapten Pati tersebut," kata Ketua DPRD Ali Badruddin.
Para pengunjuk rasa dari PMII dan BEM se-Kabupaten Pati tersebut membubarkan aksinya dengan pengawalan aparat kepolisian setelah Ketua DPRD Ali Badruddin, Wakil Ketua DPRD Joni Kurnianto serta sejumlah anggota dewan menandatangani tuntan mereka.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla