Limbah Medis Selama Pandemi Capai 7,5 Ton Lebih

101fm, Pati Kota – Limbah medis penanganan covid-19 di tempat-tempat karantina mencapai ribuan kilogram. Pihak ketiga yang mengelola limbah medis ini, harus memisahkan antara limbah infeksius covid-19 dan limbah infeksius fasilitas pelayanan kesehatan.
Limbah medis penanganan pasien covid-19 merupakan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3). Pihak ketiga yang mengelola limbah ini, harus super hati-hati memperlakukan limbah medis ini.

Kasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Abdulrohman kepada awak media mengatakan, limbah medis di rumah karantina di Hotel Safin sejak 12 Mei 2020 hingga 22 Juni 2020 mencapai 1,6 ton, dan di Hotel Kencana yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari 15 Juni hingga 17 September 2020 mencapai lebih dari 5,9 ton.
"Pengelolaan limbah yang ditangani oleh DLH Pati dari Belanja Tak Terduga (BTT). Sedangkan pengelolaan limbah medis semasa Pandemi Ccovid-19, memang tidak ada anggaran khusus," terangnya.
Prosentase limbah medis berkisar 2% sampai 5% dari total timbunan limbah. Sebab bobotnya kecil dibanding limbah domestik. Terutama baju hasmad dan masker. Untuk saat ini, pengangkutan limbah medis penanganan covid-19 di Hotel Kencana Pati belum dilakukan ada lagi, karena pertimbangan limbahnya yang masih sedikit. Pihak ketiga merencanakan mengangkut limbah-limbah medis B3 itu, pada akhir Oktober 2020. “Sedangkan untuk limbah medis yang ada di masyarakat yang melaksanakan karantina mandiri dirumah. DLH Pati sudah menghimbau agar masyarakat menggunakan APD yang bisa dipakai ulang seperti masker dan sapu tangan yang bisa dipakai ulang,” tutur Purwadi.
Kasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Abdulrohman mengatakan, pihaknya kesulitan mengawasi pengelolaan limbah B3 penanganan covid-19 ini, karena luasnya wilayah pengawasannya, dan terpaksa menggunakan surat edaran yang diterbitkan pada awal Mei 2020.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla