BPJS Kesehatan Beri Relaksasi Tunggakan Peserta JKN-KIS

101fm, Rembang Kota – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan program keringanan pembayaran tunggakan peserta JKN. Program ini untuk peserta pekerja penerima upah (PPU), bukan pekerja dan badan usaha yang memiliki tunggakan diatas enam bulan.

Peserta JKN-KIS yang memiliki tunggakan diatas enam bulan untuk bisa aktif kembali kepesertaannya, BPJS Kesehatan memberikan program keringanan pembayaran tunggakan. Ini untuk mendukung peserta JKN-KIS agar tetap bisa mengakses layanan meskipun di masa pandemic covid.

Usai media gathering ‘Sinergi Bersama Media Menyukseskan Program JKN-KIS’ di Hotel Pollos Rembang, Jumat (20/11), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Helti Endrasari K mengatakan, program keringanan atau relaksasi pembayaran tunggakan ini wujud kepedulian dan kehadiran negara di saat kondisi pandemi covid-19. “Walaupun peserta menunggak, tapi pada fase 31 Desember 2020 nanti masih bisa mengikuti program relaksasi dengan membayar tunggakan minimal enam bulan plus satu bulan berjalan. Namun sisa tunggakannya tetap harus dibayarkan paling lambat 31 Desember 2021,” ungkapnya.

Helti Endrasari menambahkan, asal peserta mendaftar program relaksasi, peserta JKN-KIS bisa mengangsur sisa tunggakannya sesuai dengan kemampuan keuangan yang dimiliki. Ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2020.

Di sisi lain, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati berharap, masyarakat mendaftarkan sebagai peserta JKN-KIS, tidak hanya di masa pandemi corona atau saat sakit saja. “Mungkin ada masyarakat yang merasa covid ini resiko tinggi buat mereka. Atau juga mungkin ada keluhan-keluhan terkait dengan covid sehingga yang mendaftar juga masih tinggi yang baru mendaftar,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Helti Endrasari K mengatakan, hingga Oktober 2020 penerimaan iuran BPJS Kesehatan di Kabupaten Pati belum termasuk PBI JK (APBN) baru mencapai 86,35% dari target pendapatan Rp155,936 milyar.(pas-gus)

 

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla