Jurnalis Harus Pandai Antisipasi Tsunami Berita Hoax

Pati –   Kalangan wartawan atau jurnalis, baik cetak, radio, televisi maupun online harus pandai mengantisipasi  tsunami berita hoak yang akan menyesatkan masyarakat. Selain itu, wartawan juga harus mampu menghadirkan berita-berita  berimbang.
Seiring dengan perkembangan informatika dan teknologi yang pesat, kecepatan media masa dalam menyampaikan berita ke masyarakat, kalah dengan media-media sosial.  Untuk itu, wartawan harus pandai-pandai mengemas berita. Sehingga berita yang tersajikan betul-betul sesuai fakta di lapangan, bukan berita hoax.

“Dengan kemampuan yang dimiliki seorang wartawan, hendaknya mampu untuk menyampaikan berita kepada masyarakat. Tidak hanya berita-berita yang negatif saja, tapi hendaknya berita-berita positif  yang membangun juga harus disampaikan ke khalayak,” demikian ungkap Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, SIK saat menyampaikan sambutan pada halal bi halal Wartawan Pati, mewakili Forkompinda, Sabtu siang (1/7).
Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan mengatakan, perkembangan  informasi dan teknologi yang sudah mengglobal akhir-akhir ini, memungkinkan kejadian yang terjadi di satu tempat, dapat tersebar ke seluruh penjuru melalui berbagai sarana media sosial.
“Untuk itu, jalinan kerjasama yang baik antar elemen masyarakat termasuk aparat keamanan maupun Pemerintah Daerah harus senantiasa dibangun,” katanya.
Turut hadir dalam halal bi halal tersebut, Plt Sekda Suharyono, Dandim 0718/Pati, Letkol Inf. Andri Amijaya Kusuma S.Sos, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla