Media Dunia Maya Wahana Sebar Paham Radikalisme

101pasfmpati, Pati Kota - Seiring dengan perkembangan informatika dan teknologi (IT) belakangan ini, para pelaku radikalisme menyebarkan pahamnya lewat media dunia maya. Mereka memanfaatkan media ini, tanpa tatap muka namun efektif mengubah pola pikir orang yang menjadi targetnya.
Warga masyarakat harus pandai-pandai memilih (seletif), saat berselancar di dunia maya. Karena belakangan ini, kelompok-kelompok radikalisme memanfaatkan dunia maya untuk merekrut orang-orang agar mau mengikuti pengaruhnya. Terlebih di masa pandemi corona ini, masyarakat semakin aktif di dunia maya.

“Berdasarkan data sebanyak 80 persen dari populasi Indonesia aktif di media sosial (medsos). Dari sini dapat kita lihat medsos ini sangat berpengaruh bagi perkembangan anak-anak,” demikian Komandan Kodim (Dandim) 0718/Pati Letkol CZi Adi Ilham Zamani pada Dialog Lintas Agama yang bertema Penguatan Moderasi Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di The Safin Hotel, Selasa (6/4/2021).
Dandim Adi mencontohkan kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Ini terjadi karena mereka terpapar paham radikalisme melalui dunia maya. Mereka mau melakukan aksi dan merelakan nyawanya lantaran adanya doktrin yang disebarkan melalui media sosial.
Dandim Letkol CZi Adi Ilham Zamani menyarankan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk membentuk tim cyber gunamembentengi generasi muda dari paham-paham radikal di dunia maya.
"Yang ingin saya sarankan dialog ini juga digiatkan di dunia maya. Agar pendapat yang muncul di dunia maya bisa di counter dan ditanggapi agar mereka dapat berfikir," kata Dandim Adi.
Selain tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu, Dialog Lintas Agama ini juga diikuti beberapa perwakilan tokoh penghayat kepercayaan. (pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla