Covid-19 Sempat Sambangi RSS Sidokerto, Abaikan Prokes

101pasfmpati, Pati Kota - Jangan abaikan protokol kesehatan! Itu imbauan yang senantiasa disuarakan, untuk mencegah penularan dan penyebaran covid-19. Abai dengan imbauan itu, bisa berdampak buruk bari diri sendiri, keluarga bahkan lingkungan sekitar. Bukan hanya warga di lingkungan terdekat yang terdampak, tapi juga pemerintah harus mati-matian menangani khususnya yang terpapar covid dengan jumlah yang banyak, atau terjadi klaster penularan. Seperti halnya yang terjadi di Perumahan RSS Sidokerto, belum lama ini.

Beberapa pekan terakhir ini, puluhan warga di dua RT di kawasan Perumahan RSS Sidokerto Kecamatan Pati, terpapar covid-19. Mereka menjadi klaster penularan covid-19, setelah menjalankan salat tarawih di masjid di lingkungan perumahan tersebut.

Ini diketahui, setelah seorang imam salat tarawih mengeluhkan batuk seperti gejala terinfeksi covid-19. Benar saja, setelah mengikuti swab antigen, imam salat itu positif covid. Satgas Penanganan Covid-19, bergegas menelesuri (tarcing) kepada jamaah salat tarawih. Hasil swab PCR, sejumlah 58 orang warga di perumahan itu, yang menjadi jamaah salat tarawih positif terpapar virus corona.

Klaster Perumahan RSS Sidokerto hingga saat ini, yang masih positif dan isolasi mandiri di ruang Wijayakusuma RSUD RAA Soewondo, menurut Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Pati Joko Leksono Widodo ada tiga orang, hingga Selasa (25/5/2021). “Ini biasanya nanti kami akan melakukan PCR ulang pada Senin, kalau tidak nanti pada Kamis. Sebaiknya jaraknya minimal tujuh hari untuk di swab ulang. Karena kalau tidak begitu hasilnya akan sama dengan yang sebelumnya. Nanti ketiga hasilnya negaitf, bisa saja ketiganya hasilnya masih positif, atau tinggal satu atau dua sudah negatif, atau semuanya sudah negatif. Harapannya kalau sudah negatif semua penghuni yang dinyatakan klaster covid-19 itu sudah negatif, nanti ada rilis dari Ketua Satgas Penanganan Covid,” ujarnya.

Salah seorang warga Perumahan RSS Sidokerto, yang ikut terpapar covid-19 dari klaster jamaah tarawih itu, Hartono. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit bersama anak dan istrinya, hampir tiga pekan dinyatakan sembuh setelah tiga kali swab terakhirnya negatif. Dia bercerita, awalnya dengan di swab antigen di rumah sakit hasilnya negatif. Karena di lingkungan menjadi klaster, Dinas Kesehatan melakukan swab PCR masal termasuk dia bersama lima anggota keluarganya. “Namun pada hasilnya kecuali ibu mertua, kami sekeluarga positif. Sehingga kami sekeluarga kaget dan shock karena dinyatakan positif. Meskipun kita belum tahu hasilnya, karena itu pesan WA dari Ketua RT meski tanpa data yang benar-benar menyatakan positif,” kata Hartono.

Setelah dinyatakan positif, kata Hartono, dia bersama empat anggota keluarga lainnya berusaha untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Sedang Ibu mertuanya diungsikan ke perumahan yang lain. “Tapi pada Jumat malam sekitar pukul 00.00 kami berlima di jemput tim medis RSUD Soewondo dan Camat Pati Kota, Babinsa dan beberapa unsur lainnya yang tidak saya ketahui, diminta untuk isolasi di rumah sakit. Meski di dalam hati berontak ketika hendak minta data hasil swab yang menunjukan saya sekeluarga positif. Karena saya tidak mau membuat semakin parah kondisi masyarakat di Perumahan RSS Sidokerto,” katanya.

Selama menjalani perawatan menerima asupan gizi yang cukup, selain itu kata Hartono juga suport dari keluarga, termasuk perhatian dari Bupati Pati Haryanto. “Apa itu lontong opor dan beberapa oba, Bupati juga memberikan kepada kami Alhamdulillah,” katanya.

Pemerintah juga memberikan perhatian dan dukungan warganya di RSS Sidokerto terpapar covid. Bupati sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati Haryanto menyambangi dan memberikan bantuan suplay sembako untuk kebutuhan warganya yang isolasi mandiri di rumah. Dan tidak itu saja sewaktu lebaran lalu juga mengantarkan lontong opor bagi pasien covid yang isolasi mandiri di ruang Wijayakusuma RSUD RAA Soewondo Pati. “Biasanya bisa bertemu dengan keluarganya dan menikmati makanan favoritenya lontong opor. Lebaran identik dengan lontong opor dan lepet, paling tidak ini untuk motivasi mereka agar cepat sembuh, termasuk yang di RSS Sidokerto kami suplay dengan sembako. Sedang yang di sini sudah jadi tanggungan pemerintah makannya pagi siang dan sore termasuk perawatan sudah ditangani tim medis,” jelasnya

Klaster RSS Sidokerto ini, kata Bupati Haryanto berawal dari jamaah salat tarawih, yang salah satu imam salatnya abai protokol kesehatan, sehingga virus corona yang menginfeksinya menjalar ke jamaah lain. Berdasarkan penelurusan kontak langsung dan hasil swab PCR-nya postif sejumlah 58 orang. Selain mengarantina lokal akses keluar masuk permukiman, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati menutup aktifitas dan mensterilkan masjid tempat terjadinya penularan.

Meski karantina lokal sudah mulai dilonggarkan, seluruh warga di perumahan tersebut untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk ketika masjid kembali dibuka untuk salat berjamaah harus patuh memakai masker dan jaga jarak, serta jangan lagi abai terhadap imbauan pemerintah.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla