Nenek Berusia 93 Tahun Ikut Vaksin Covid, Ingin Tetap Sehat di Usia Senja

Ada yang menyita perhatian, saat berlangsung vaksinasi masal merdeka candi, Polres Pati di Klentheng Hok Tik Bio Pati, pada Jumat – 24 September 2021. Seorang nenek berusia 93 tahun, meminta diantar seorang putranya untuk mengikuti vaksin covid-19. Sorang Polwa membantu memapah nenek tersebut, untuk bisa dapat vaksin. Katanya, dia ikut vaksin karena ingin tetap sehat di masa tua. Berikut liputannya bersama reporter Agus Pambudi.

Selamat pagi Mitra PAS Pati. Saat ini saya berada di Klentheng Hok Tio Bio Pati. Dan saat ini kami sedang memantau jalannya vaksinasi masal dari Polres dan Gusdurian Pati melakukan vaksinasi masal merdeka candi. Dan di sini pada pukul 07.30 telah berlangsung vaksinasi. Salah satu dari ribuan warga yang mengikuti vaksinasi ini adalah, Ibu Ramini warga Juanalan yang berusia 93 tahun. Dan saya sudah bersama putranya Bapak Teguh Prihandoko yang mana dia mengantarkan ke sini untuk mengikutsertakan ibunya mengikuti vaksin covid-19.

Reporter:
Pak Teguh, Ibunya ini sudah berusia 93 tahun dan masih sehat, kenapa ingin mengikuti vaksinasi ini?

Teguh Prihandoko:
Jadi begini. Ibu saya ini masih sehat, masih bisa komunikasi. Jadi saya khusus datang dari Surabaya untuk mendampingi ibu saya. Karena saya juga mendampingi seperti ini, dulu sentral bersama BUMN itu. Harapan kami, ibu saya aman dari covid-19. Kalau ada vaksin lebih baik vaksin sekarang juga. Jadi tujuannya kita adalah untuk melindungi. Harapan saya, ibu saya yang berusia 93 tahun saja berani vaksin kenapa yang lain tidak.

Reporter:
Ibu ini kan sudah tua. Ini atas keinginan ibu sendiri atau dorongan dari putra-putranya?

Teguh Prihandorko:
Semuanya. Ibu ya pingin vaksin, kita juga mendorong, jadi ‘klop’ istilahnya begitu. Nyatanya dia seneng tadi setelah divaksin.

Reporter:
Kalau dari segi kesehatan, Ibu tadi sehat?

Teguh Prihandoko:
Sehat sekali. Jadi untuk tensinya 150an.

Reporter:
Harapannya dengan adanya vaksinasi dari Polres dan Gusdurian Pati ini apa?

Teguh Prihandoko:
Saya terima kasih dan mengapresiasi Gusdurian maupun Polres Pati. Kenapa?, karena dengan vaksin minimal akan mengurangi resiko kegawatan dan kesakitan. Jadi kalau ada kesempatan vaksin, enggak usah milih-milih vaksin. Segera minta vaksin, suntik. Supaya apa, supaya masyarakat bisa herd immunity (tahan terhadap penyakit).

Reporter:
Terima kasih Pak Teguh. Saya juga mau minta sedikit statemen dari Ibu Rumini. Mbak bagaimana rasanya setelah divaksin?

Ramini:
Mboten wonten rasane napa-napa. (Tidak ada rasanya, apa-apa neggak ada)

Reporter:
Sehat, ya Mbah? ... Vaksinasi ini atas permintaan mbah atau keinginan putra-putranya?

Ramini:
Amiin...ya sudah saya mau untuk vaksin. Ikut vaksin mau? Mau.

Reporter:
Mbah ini kan sudah berusia 93 tahun, setelah mendapatkan vaksin ini apa?

Ramini:
Ya ... semuanya tetap aman-aman, sehat ... aman begitu laaaah.

Reporter:
Terima kasih, demikian tadi wawancara saya bersama Teguh Prihandoko dan Ibu Ramini warga Juwanalan berusia 93, bisa mengikuti vaksin dan tadi bisa lolos dari screening awal, dan sudah menerima vaksin dari gerakan vaksinasi merdeka candi Polres dan Gusdurian Pati.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla