Cetak
Dilihat: 65

101pasfmpati, Pati Trangkil - Aparat Kepolisian Sektor Wedarijaksa menggrebeg pabrik minuman keras oplosan di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Selasa (28/9/2021). Polisi menangkap seorang perempuan beserta barang bukti berupa peralatan untuk produksi minuman keras oplosan.

Penggrebegan tersebut, setelah polisi mendapatkan informasi tentang keberadaan pabrik miras oplosan tersebut. Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan pengecekan dan mendapati keberadaan pabrik itu.

“Kemudian petugas kami bergerak mengecek pabrik rumahan yang memproduksi minuman beralkohol jenis arak. Saat ini sudah kami lakukan penyitaan barang bukti sejumlah 750 botol siap edar ke masyarakat. Terus ada alat untuk produksi untuk menoplosnya termasuk alat penyulingan,” demikian Kapolres Pati AKBP Christian Tobing didampingi Wakapolres Kompol Sumiarta dan pejabat utama Polres Pati, saat berada di lokasi penggrebegan.

AKBP Christian Tobinh menambahkan, dari lokasi penggrebegan pabrik miras oplosan milik GW itu, polisi menahan seorang perempuan berinisial RF untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan kasusnya. “Informasinya minuman oplosan tersebut sudah edar di Pati (Jawa Tengan) dan Tuban (Jawa Timur). Mereka menjualnya per botol Rp60 ribu,” jelasnya.

Kapolres Pati menjelaskan, penyidiknya akan mengenakan sanksi hukum seperti yang diatur dalam Undang-Undang RI tentang Kesehatan maupun Undang-Undang RI tentang Pangan.

Kades Tegalharjo Kecamatan Trangkil Pandoyo mengaku pihaknya tidak tahu kalau di wilayahnya ada pabrik yang memproduksi miras oplosan itu. Setahunya ijin yang diketahuinya untuk budidaya ikan lele. “Kami sama sekali tidak tahu jika ada kegiatan tersebut,” jelasnya singkat.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing mengimbau masyarakat untuk tidak membeli apalagi mengkonsumsi minuman beralkohol yang memabukan dan merusak kesehatan.(pas-gus).

 

0
0
0
s2smodern
powered by social2s