Peternak Diajak Bertanggungjawab Terhadap Program Bantuan yang Diterima

101pasfmpati, Pati Kota - Para peternak penerima program bantuan sapi dan kambing di Pati harus bisa mempertanggungjawabkan bantuan yang telah diterimanya. Karena bantuan-bantuan hewan ternak itu, pembiayaannya juga bersumber dari APBN.

Selama ini banyak para peternak sapi maupun kambing di daerah-daerah yang tidak serius terhadap program bantuan yang diterimanya dari pemerintah. Mereka hanya sekadar menerima bantuan semata, setelah itu banyak yang lenyap dari tempat alias dijual.

Saat membuka Bimbingan Teknik (Bimtek) Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan secara virtual kepada 75 peternak Pati di New Merdeka, Selasa (5/10/2021), anggota Komisi IV DPRD RI Firman Soebagyo menyayangkan, masih banyaknya oknum-oknum masyarakat yang menyelewengkan program bantuan yang diberikan pemerintah kepadanya. “Terkait dengan program bantuan ternak ini, saya masih banyak menemukan masih banyak masyarakat yang minta program hanya sekedar minta, karena ada sapi. Tapi tidak memahami tujuannya sapi itu orientasinya untuk budidaya, pengembangbiakan, dan pemenuhan kebutuhan daging,” jelasnya.

Anggota DPR RI itu mengatakan, ketika program bantuan telah disetujui dan diberikan oleh pemerintah, justru wujud hewan ternaknya tidak ada di tempat alias dijual untuk kepentingan pribadi. “Oleh karena itu saya minta dengan hormat kepada semua pihak, siapapun penerima bantuan harus dipertanggungjawabkan. Kalau ada kematian harus dibuatkan berita acara, yang ditandatangani oleh kelompok, kepala desa, dan PPL-nya, agar ada bukti hewan itu mati. Jadi tidak bisa hanya sebatas lisan, tapi nyatanya dijual dan akhirnya sapinya habis. Program ini diberikan kepada kelompok sehingga harus dipertangungjawabkan secara kelompok,” terangnya.

Firman Soebagyo menegaksan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan itu. Karena anggota DPR RI, dan DPRD yang korupsi juga dihukum. Sehingga tidak elok jika penerima bantuan yang melakukan penyelewengan tidak dihukum.

Bimtek sehari itu menghadirkan narasumber, dari Dinas Pertanian (dispertan) Kabupaten Pati, serta dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang Jawa Barat.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla