Cetak

101pasfmpati, Pati Kota - Puluhan petani di Kabupaten Pati penerima bantuan prasarana dan sarana pertanian, mengikuti bimbingan teknik (Bimtek) sehari di Safin Hotel, Selasa (12/10/2021). Bimtek tersebut terkait peningkatan prasarana dan sarana pertanian.

Para petani penerima bantuan prasarana dan sarana pertanian dari pemerintah, harus bisa memaksimalkan pemanfaatan dari bantuan yang diterimanya. Baik itu berupa bantuan jaringan irigasi tersier, jalan usaha tani, maupun pupuk. Untuk itu anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo bersama Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI menyelenggarana bimtek tersebut.

“Melalui program dari Ditjen PSP ini telah berupaya terus menerus bersama Komisi IV DPR RI melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya meningkatkan daya dukung terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi para petani. Oleh karena itu saya minta kepada penerima program bantuan ini benar-benar memanfaatkan program bantuan secara optimal, dan perawatan secara rutin, dan azas bantuan ini untuk kepentingan desa, bukan untuk kepentingan kelompok semata,” kata anggota Komisi IV DPRD RI Firman Soebagyo membuka bimtek tersebut secara virtual.

Koordinator Rumah Aspirasi Firman Soebagyo, Muhammad Nasich mengatakatan, bimbingan tersebut untuk memahamkan para petani akan kebutuhannya untuk diajukan ke Dirjen PSP Kemantan RI. “Harapannya kelompok tani bisa memahami betul karena kegaitan di Ditjen PSP ini banyak jadi kalau mengajukan bantuan harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing. Semisal dalam kebutuhan pupuk bisa mengadakan kegiatan pengolahan pupuk organik. Sehingga kebutuhan pupuk kimia dapat dikurang,” terangnya.

Ketua DPD Partai Golkar Pati Endah Sri Wahyuningati berharap pemerintah lebih banyak membangun prasarana-prasarana pertanian untuk menunjang pertanian masyarakat. Karena basis pertanian adalah mulai proses menanamnya sampai panennya. Dan petani yang mengikuti bimtek dapat mengimplementasikan ilmu dan informasi yang diterimanya. “Harapannya, hasil yang diserap dari selama mengikuti bimtek ini diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, bagaimana kelompok tani bekerjasama dengan pemerintah desa mengaplikasikan ilmu dan informasi yang diperolehnya,” harapnya.

Narasumber dari Kementan RI yang hadir pada bimtek tersebut, Kasubdit PJI P3A Ditjen PSP Dr Ir Dyah Susilokarti MP dan Kasi Alsintan Tuti Wuryani SP MM.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s