Kegalauan Masyarakat Soal Vaksin, Dinkes, Puskesmas dan Bidan Desa Diminta Lebih Sinergi

101pasfmpati, Pati Kota - Capaian cakupan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Pati, sudah melampaui batas minimal 50% dari total jumlah penduduknya yang harus divaksin. Namun di sisi lain ada kebingungan dan kegalauan sebagian masyarakat, untuk bisa divaksin.
Kondisi dan serapan vaksinasi di Kabupaten Pati secara umum sudah lebih baik, dalam satu bulan terakhi ini. Meski secara resmi pemerintah belum mengumumkan status level PPKM.

Dimintai tanggapannya terkait vaksinasi covid-19, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sri Wahyuningati mengatakan, meski serapan dan capaian cakupan vaksinasi sudah lebih baik, namun masih ada sebagian yang segera harus divaksin.
“Namun apapun meski sudah mencapai 51%, masih ada 49% lainnya yang belum tervaksinasi. Kami amati di lapangan memang terjadi kebingungan masyarakat ketika minta untuk divaksin harus kemana. Vaksin dosis I dan dosis II seperti apa , kemudian ini terlewat dari tanggal kedaluarsa dan tidak bisa mendapat nomor antrian itu seperti apa?,” katanya.
Sriwahyuningati mengatakan, kepanikan dan kebingungan masyarakat ini diharapkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas-Puskesmas dan para bidan desa lebih lebih bersinergi lagi dengan sosialisasi dan sinkroniskasi data. Supaya data yang terlaporkan mulai dari daerah hingga ke pusat itu sama. “Sehingga yang dilaporkan oleh Pemkab Pati itu data riil vaksin yang ada di masyarakat. Secara umum mohon memang kerjasama dan sosialisasi lebih, karena ketika disampaikan melalui medsos kegalauan masyarakat ini menjadi akan muncul lagi. Padahal kita ketahui bersama vaksin itu virus yang dilemahkan,” jelas Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pati.
Anggota DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati berharap, siapapun penerima vaksin, harus dalam keadaan sehat. Kebingungan dan kepanikan terkait jenis, serta kapan dan dimana akan mendapat vaksin akan membuat kondisi tidak fit, akan berakibat terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga hal sekecil apa pun, Dinkes dan unit pelaksana teknis vaksin yang bergerak langsung bisa di lapangan bisa meminimalkan hal tersebut.(Agus Pambudi)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla