SMA Negeri 1 Jakenan Lengkapi Fasilitas Prokes Sewaktu-waktu Diizinkan PTM

101pasfmpati, Pati Jakenan - Sampai sekarang belum ada sekolah di wilayah Kabupaten Pati yang sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Meski demikian, sekolah-sekolah dari SD hingga SMA, wajib melengkapi dengan fasilitas protokol kesehatan. Ini dikandung maksud, bila pemerintah mengizinkan PTM, lembaga-lembaga pendidikan sudah siap.

Seperti halnya di SMA Negeri 1 Jakenan Kabupaten Pati. Sejak beberapa bulan terakhir ini, sekolah tersebut telah melengkapi fasilitas protokol kesehatan, untuk mencegah penularan covid-19. Bukan hanyadengan tempat cuci, serta penyanitasi tangan (hand saqnitizer) saja, tapi sekolah ini juga melengkapi dengan tempat pemeriksaan suhu badan (box body temperature).

Diwawancara, Senin siang (22/11/2021), Kepala SMA Negeri 1 Jakenan Kabupaten Pati, Wiyarso mengatakan, pihaknya memasang dua tempat pemeriksaan suhu badan di depan gedung sekolah, sebagai antisipasi dini terhadap siswa yang ada gejala klinik suhu badan diatas yang dipersyaratkan. “Di sekolah ini sudah menyiapkan sarana prasarana sejak enam bulan lalu, malah lebih. Mulai dari SOP-nya, setiap kelas ruangan ada hand sanitizer, ada wastavell, masker dan faceshiled sudah kami siapkan enam bulan yang lalu,” jelasnya.

Selain memiliki termogun yang banyak, kata Wiyarso, SMA Negeri 1 Jakenan merupakan satu-satunya SMA di Pati yang termogun otomatis, berupa tempat pemeriksaan suhu badan (box body temperature) dengan akurasi tinggi. Ini berfungsi untuk mengetahui siswa yang suhu badannya di atas ketentuan yang dipersyaratkan dengan lebih cepat, selain untuk mengurangi kerumunan saat pengecekan suhu badan di depan serambi gedung sekolah. “Dan itu istimewanya anak yang suhu badannya di atas yang tidak dikehendaki tidak bisa masuk ke ruangan. Semisal kita atur suhu 37,5 derajat celsius, maka anak yang suhu badannya di atas itu otomatis tidak bisa masuk,” jelasnya.

Seorang siswa kelas XII MIPA 2, Hendi Arfiano Festiawan mengaku, dengan adanya tempat pemeriksaan suhu badan atau box body temperature, bisa mempercepat masuk ke kelas, dan mengurangi kerumunan. “Dan di tempat ini bisa mengetahui apabila ada siswa yang suhu badanya melebihi rata-rata orang yang tergejala menyerupai covid-19. Ini juga mengurangi bergerombolan siswa yang masuk,” terangnya.

Meski tempat pemeriksaan suhu badan tersebut bukan hasil karya sendiri, alias produk rekanan pihak ketiga, tapi setidaknya SMA Negeri 1 Jekanan telah melindungi siswa-siswi sejak awal. Di sekolah ini seluruh siswanya seratus persen sudah menerima vaksin dosis kedua. Hanya saja untuk pembelajaran tatap muka, masih menunggu izin dari Gustu Covid-19 Kabupaten Pati.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla