Terbentur Persyaratan Perbankan, Nelayan Juwana Terancam Mogok Melaut

Pati, Juwana – Meski telah membeli kapal baru sesuai ketentuan yang dipersyaratkan Pemerintah, namun neayan Cantrang di Juwana terancam tidak bisa melaut.  Alasannya, mereka telah kehabisan modal untuk mengganti kelengkapan alat tangkap yang diijinkan Pemerintah.
Meski tinggal beberapa pekan lagi, masa perpanjangan pemberlakukan pelarangan alat tangkap cantrang, nelayan di Juwana semakin resah. Mereka, telah kehabisan modal untuk mengganti alat cantrang dengan alat tangkap lain. Sementara Perbankan minta jaminan kembali kepada nelayan untuk mendapatkan tambahan modal.

Tokoh Nelayan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pati asal Desa Bendar Kecamatan Juwana Jamari Ridwan mengatakan, Pemerintah seakan lepas tangan, setelah para nelayan cantrang mengganti alat tangkap ikannya. Perbankan yang menjadi andalan Pemerintah untuk memberi modal kepada nelayan yang sudah beralih ke alat tangkap tidak dapat memberikan pinjaman  tanpa ada jaminan.
“Ini sama saja membunuh nelayan. Sudah setengah jalan mengubah alat tangkap, tapi Pemerintah tidak mendukung nelayan cantrang untuk ganti ke alat tangkap lain. Untuk meminjam lagi, Perbankan mensyaratkan harus ada jaminan lagi. Ini jaminan dari mana lagi. Dari awal itu jaminan sudah serahkan kepada Perbankan untuk membeli kapal bersama-sama itu. Tapi, pergantian alat tangkap ikan ini kan butuh modal,” tuturnya
Jamari Ridwan mengungkapkan, kondisi kesulitan tambahan modal untuk biaya pengadaan alat tangkap jenis lain, dampaknya akan banyak nelayan yang terlambat atau tidak bisa membayar angsuran pinjaman permodalan ke Bank. Kapal-kapal yang ada sekarang tidak bisa melaut, karena belum dilengkapi alat penangkap ikan yang diijinkan.
“Saya harapkan Pemerintah ikut bertanggungjawab, karena awalnya Perbankan mendukung kepada nelayan yang beralih alat tangkap cantrang ke alat tangkap yang diijinkan Pemerintah. Sementara rumah, tanah dan kapal sudah untuk jaminan Perbankan untuk beli kapal,” jelasnya.
Tokoh Nelayan Jamari Ridwan, yang juga anggota Komisi D DPRD Pati mengatakan, kapal nelayan Juwana yang rerata berukuran 60 GT hingga 100 GT harganya mencapai Rp. 1,5 milyar, sedang penambahan kelengkapan alat tangkap yang diijinkan Pemerintah, seperti long line (rawe dasar) dan  purshine, nelayan harus menambah modalnya Rp. 1,6 milyar.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla