Cetak
Dilihat: 928

Pati, Kota – Puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Pemerhati Lingkungan (KPPL) menuntut penutupan dan pencabutan kegiatan penambangan oleh CV BSA di Kawasan Pegunungan Kendeng. Tuntutan itu mereka sampaikan, saat menggelar unjuk rasa di depan halaman DPRD Kabupaten Pati, Rabu pagi (8/11).
Dengan membentangkan spanduk dan banner, puluhan pemuda yang menggelar aksi tersebut meminta Pemerintah menutup penambangan yang dinilainya merusak lingkungan di kawasan pegunungan Kendeng turut Desa Slungkep Kecamatan Kayen.

Koordinator Aksi, Suharno menyesalkan terbitnya Izin Usaha Pertambangan  (IUP) Operasi Produksi oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah pada 2016 bagi CV BSA di Desa Slungkep Kecamatan Kayen seluas 6,1 hektar. Apalagi dalam operasinya hanya cukup rekomendasi, dan tidak perlu AMDAL dengan alasan skala kecil. Sehingga KPPL menuntut penutupan operasional penambangan CV BSA.
“Kalau kita lihat dampak dari pertambangan itu sendiri luar biasa. Apalagi musim penghujan seperti ini, sempat terjadi banjir bandang, kemudian dan disitu ada bekas tanak ban truk di jalan raya yang mengakibatkan gangguan orang lewat. Tuntutan kami jelas supaya tambang CV  BSA ditutup,” pintanya.
Namun upaya perwakilan KPPL untuk menemui anggota dewan, gagal. Karena sejak Minggu – Rabu (5-8/11), seluruh anggota DPRD Kabupaten Pati sedang reses ke daerah-daerah konstituennya. Mereka hanya ditemui Plt Sekwan DPRD Pati, Bambang Santoso.
Menurut Plt Sekwan Pati Bambang Santoso, karena seluruh anggota dewan sedang masa reses, sehingga pihaknya yang menemui kedatangan KPPL, serta mencatat dan menampung aspirasi KPPL, untuk disampaikan kepada Pimpinan dan Komisi C DPRD Kabupaten Pati.
“Reses sudah direncanakan melalui Badan Musyawarah (Bamus). Kami sampaikan pula beberapa agenda yang ada di DPRD. Pihaknya juga menyampaikan jika ingin menyampaikan aspirasi atau beraudiensi mohon sekiranya ada waktu yang panjang agar diagendakan dengan anggota dewan,” katanya.
Unjuk rasa yang mendapat penjagaan petugas Kepolisian Resort Pati bubar, setelah perwakilan mereka selesai menyampaikan aspirasi kepada Plt Sekwan DPRD Pati.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s