Disdikbud Pati Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM)
Obsi Radio PAS Pati

101pafmpati, Margorejo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Kabupaten Pati, pekan mendatang 17 Januari 2022, akan mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Rencana tersebut mendapat dukungan dari Dewan Pendidikan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati.
Setelah hampir dua tahun berhenti alias memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pademi covid-19, Pemerintah Kabupaten Pati pada pertengahan Januari ini akan memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dari PAUD, SD/MI hingga SMP/MTs.

Dalam dialog Obrolan Simpang Lima Radio PAS Pati, Kamis (13/1/2022), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati Winarto membenarkan rencana pemerintah tersebut. Hanya saja nanti dalam pelaksanaannya, masih mengacu pada SKB Mendikbud, Mendagri, Menag, dan Menkes, Instruksi Mendagri, Instruksi Gubernur Jawa Tengah dan Instruksi Bupati Pati. Ini terkait dengan protokol kesehatan, dengan menekankan sifat kehati-hatian, serta sebelumnya telah dilakukan serangkaian ujicoba hingga empat tahap. “PTM terbatas ini kita laksanakan setelah masa inkubasi Nataru. Kemungkinan besar kalau tidak ada masalah, artinya tidak ada penambahan kluster baru, atau tidak ada yang terpapar covid-19 itu, akan dilaksanakan pada 17 Januari 2022 atau pekan depan,” katanya.
Winarto menjelaskan, dengan empat rujukan regulasi itu, PTM terbatas hanya diikuti separuh peserta didik di kelasnya di sekolah bersangkutan. Itupun dilakukan dengan membagi secara kelompok (shift) bisa di hari yang sama, pagi dan siang, atau bisa juga tiga hari sebagian siswa masuk dan daring secara bergantian. Namun penyelenggaraan PTM terbatas ini, masih menunggu hasil pantauan terakhir, pada 15 Januari 2022.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pati H Sutaji mengatakan, pihaknya sebagai representasi dari orang tua/wali murid mendukung penuh rencana dan skenario Disdikbud yang akan diterapkan dalam pembelajaran tatap muka (PTM). “Rasanya kami mewakil orang tua/wali murid ini lega. Memang sebelumnya pada November lalu terjun ke sekolah-sekolah di sana orang tua/wali murid itu antusias untuk PTM. Karena yang terpenting anak saya sekolah. Ini memang suatu kebijakan yang dinanti-nanti orang tua murid. Dewan Pendidikan menyambut baik rencana Pemkab Pati di semua tingkatan,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Dr Aviani Tristanti Venusia mengatakan, selama sebulan ini untuk kasus terkonfirmasi covid-19 memang nihil. Dan capaian vaksinasi sudah memenuhi target, sehingga bisa masuk PPKM level I dan dapat menyelenggarakan PTM. Di sisi lain pihaknya terus menggencarkan vaksinasi terhadap anak usia 6 – 11 tahun. “Bagi anak-anak yang PTM ini memang harus pertama kesiapan dari sekolah bisa memberikan fasilitas prokes, dan anak-anak bisa melakukan prokes selama kegiatan belajar mengajar dengan membawa masker, hand sanitizer, bahkan memakai pelindung wajah (face shield mask). Ini harus dipantau jaga jaraknya karena anak-anak agak susah. Tapi Insya Allah selama mereka ada daring di rumah itu pengertian protokol kesehatan itu mereka paham,” katanya.
Rencana dan skenario yang telah dibuat Pemkab Pati melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, intinya dari penyelenggaraan PTM ini, tidak terjadi lost learing, dan segera terjadi pemulihan pembelajaran yang berlangsung secara keseluruhan.(Agus Pambudi)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla