Raup Rp400Rbibu Sehari, Dari Budidaya Magot
Budidaya Magot yang Menjajikan

101pasfmpati, Pati Gabus - Seorang pemuda warga Kabupaten Pati kini sedang sibuk menekuni profesinya, untuk membudidayakan magot. Pasalnya dari hasil budidaya yang dilakukannya itu, sosok pemuda ini bisa mengantongi keuntungan hingga ratusan ribu rupiah per harinya.
Adalah Nugroho Kristiantoro warga Desa Gabus Kecamatan Gabus, yang kini menekuni budidaya magot di rumahnya. Dia tertarik karena, latar belakangnya sebagai lulusan teknik kimia salah satu perguruan tinggi, dan produk magot yang menjanjikan.

Diwawancara di sela-sela pelatihan budidaya magot, Kamis (13/1/2022), Nugroho Kristiantoro mengaku, magot sebenarnya larva lalat hitam yang mengandung protein tinggi, untuk pakan ternak. Dia menekuni budidaya magot sejak Januari 2021 lalu, saat puncak pandemi covid-19, dan magot sedang naik daun, dan membuatnya penasaran. “Sebenarnya saya lihat dari video, kalau di Singapura, magot diambil chitosannya untuk produk kosmetik. Karena latar belakang teknik kimia, sehingga cari info magot, akhirnya ketemu yang di Indonesia dimanfaatkan untuk pakan ternak yang ternyata bisa menghasilkan dari situ,” terangnya.
Agar bisa membantu pertumbuhan dan metabolisme ternak, Nugroho Kristiantoro menyumplai makanan untuk meningkatkan kandungan asam amino, yang selama ini belum banyak dilirik orang. Pada kandungan asam amino paling tinggi, selain zat-zat lain yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh ternak ada di dalam magot.
Nugroho Kristiantoro menjelaskan, magot sendiri bisa dibudidaya dengan berbagai variasi untuk bisa dipanen. Menurutnya, magot ada tiga kategori, untuk dijadikan telur lalat, kemudian yang bisa dipanen dan ada nilai jualnya berujud prepupa, serta yang paling diminati sebagai panen ketika sudah menjadi magot segar. “Untuk jadi lalat itu, kalau bagi saya butuh 24 hingga 28 hari itu paling lama, siklus satu bulan. Kalau prepupa butuh 17 hari, sedang untuk magot segar karena saya butuh perputaran cepat itu saya di 12 sampai 14 hari,” terangnya.
Magot dengan protein tinggi, dan kandungan lycin dan kalsium dengan kadar 55%, kata Nugroho Kristiantoro, bisa langsung digunakan untuk pupuk cair dan kering, meski melalui serangkaian proses yang agak lama. Disamping itu produk magot juga bermanfaat untuk dibuat susu, dan minyak.
Nugroho Kristiantoro kini mengajak warga yang berminat, untuk bersama mengembangbiakan magot, yang sekarang ini masih banyak dicari dan dibutuhkan peternak, untuk pertumbuhan ternak yang dipeliharanya.(Agus Pambudi)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla