Ratusan Siswa/Siswi SD Di Pati Diberi Makanan Tambahan Dengan B2SA

Pati, Kota -  Pemerintah Kabupaten Pati mulai menggencarkan sosialisasi dan implementasi program pemberian makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program pemberian makanan tambahan ini, lebih difokuskan untuk siswa Sekolah Dasar (SD).
Sasaran program pemberian makanan tambahan dengan B2SA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah ini, 315 siswa/siswi SD Muktiharjo Kecamatan Margorejo, dari kelas I sampai kelas VI, selama 10x makan.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, Endang Setyawati SH mengatakan, SD Muktiharjo merupakan salah satu sekolah yang menjadi pilot project program pemberian makanan tambahan B2SA di Pati. Dengan harapan, agar dapat memberikan kecukupan gizi kepada anak-anak SD, agar bisa tercukupi asupan gizinya.
“Kegiatan ini dalam rangka implementasi kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) 2017,” terangnya.
Endang Setyawati SH menambahkan, selain kegiatan B2SA dari Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati juga melakukan kegiatan serupa untuk 157 siswa/siswi SD Pagendisan Kecamatan Pucakwangi, 193 siswa/siswi SD Rodatul Falah Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong, 125 SD Bustanul Ulum Desa Pagerharjo Kecamatan Wedarijaksa, 182 siswa/siswi SDN Sidomulyo Desa Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal, dan 93 siswa/siswi SDN  Plosomalang Desa Kosekan Kecamatan Gabus.
“Sebelum melaksanakan pemberian makanan B2SA, kami lebih dulu mensosialisasikan pengenalan B2SA kepada siswa/siswi, Guru dan penjual makanan disekolah setempat. Materinya disampaikan Petugas Gizi dari Puskesmas setempat,” jelasnya.
Hanya saja keterbatasan anggaran, kata Endang Setyawati SH, bantuan pemberian tambahan dengan B2SA untuk kelima SD tersebut, hanya diberikan 1x makan.
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, Endang Setyawati SH mengatakan,  pihaknya lebih dulu mensosialisasikan mutu dan keamanan pangan dalam hal pengolahan makanan, sebelum memberian makanan tambahan B2SA. Sehingga makanan tersebut tercukupi unsur keamanan konsumsi dan gizinya.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla