PPL Ajari TNI/Polri Cara Bertanam Pohon Buah

Pati, Gunungwungkal – Lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, TNI/Polri pun tak segan untuk belajar menanam berbagai pohon buah-buahan kepada masyarakat. Apalagi, sekarang ini Pemerintah bersama TNI tengah menggalakkan kedaulatan pangan.
Kamis kemarin (16/11), bertempat di kediaman Mat Nurhadi di Desa Sidomulyo RT.05/RW.02, Kecamatan Gunungwungkal, sejumlah personil TNI/Polri belajar singkat cara bertanam dan meningkatkan hasil produksi pohon buah-buahan yang sehat, aman dan berkualitas, menggunakan bahan organik.

“Niat yang baik mari kita sambut dengan baik. Semoga mendapatkan manfaat dari Petani yang sedang diberdayakan. Masyarakat bersama aparat TNI/Polri yang menerima pelatihan dan bimbingan serta praktik, nantinya bisa mengimplementasikan dan menularkan kepada lingkungan masing-masing,” demikian Kasdim 0718/Pati Mayor Inf Much Sholihin SAg MSi.
Kasdim 0718/Pati Mayor Inf Much Sholihin SAg MSi mengaku bangga dengan kerjasama TNI dan masyarakat yang telah membuat kesepakantan (MoU) untuk mengembangkan tanaman pohon buah-buahan.
Pemateri pelatihan Hariadi dari Kendal mengatakan, selain benih dan air, kendala pertanian dengan teknologi organik, gulma, keong, yuyu, dan ulat.  Untuk mengantisipasinya Haryadi menyarankan untuk menggunakan pupuk organik  untuk tanaman yang direkomendasikannya.  Tidak hanya mengurangi penggunaan pupuk, mempercepat pertumbuhan tanaman, warna daun hijau muda, membunuh biji gulma, membunuh virus, dan meningkatkan hasil panen.
“Saya juga membawa produk yang kegunaannya untuk membasmi jamur pada tanaman akar batang daun dan bunga,  mencegah dan memulihkan tanaman dan bakteri, mengurangi hama tikus, dan mengurangi dan mencegah gulma,” terangnya.
Sedang untuk peternakan,  kata Haryadi, bisa menggunakan sistem fermentasi, dengan teknik pembuatan bokasi pada teknologi pertanian go organik, yang teridri dari pupuk kandang kering 1 ton, katul, kapur dololit, berambut, gula pasir, dan air (bisa air peri, air kelapa, atau air urine hewan).
Kasi SDM Kecamatan Gunungwungkal Arif Siswanto mengungkapkan, petani Desa Sidomulyo yang menghasilkan 5 sampai 8 produk yg berlimpah. Meski mereka petani yang lugu “lepeng galeng” namun masih bisa diandalkan.
Selain dihadiri Kasdim 0718/Pati Mayor Inf Much Sholihin SAg MSi, acara tersebut diikuti 80an orang, baik dari anggota TNI/Polri di tingkat Kecamatan, PPL, Petani,  serta penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat.(*)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla