1200 Bidang Tanah Di Desa Slungkep Disertifikatkan Melalui Prona

Pati, Kayen – Program Nasional Agraria (Prona) di Kabupaten Pati untuk pensertifikatan tanah yang dianggarkan Pemerintah mencapai lebih dari 40ribu bidang. Pensertifikatan melalui Prona itu hingga ke desa-desa, dijadualkan rampung tahun ini juga.  Seperti yang saat ini masih dilakukan di Desa Slungkep Kecamatan Kayen.
Di Kecamatan Kayen, sertifikasi tanah melalui program nasional agraria (Prona) di Desa Slungkep menyasar di 1.200 bidang tanah milik warga setempat. Diharapkan seluruh bidang tanah di desa ini, selesai tersertifikasi hingga akhir tahun ini. Sebelum terbitnya sertifikat, tentu petugas BPN bersama Pemerintah Desa setempat melakukan pengukuran di bidang-bidang tanah yang telah diusulkan.

Kades Slungkep Kecamatan Kayen, Margono mengatakan, setiap bidang tanah memang harus bersertifikat untuk menghindari sengketa tanah yang sering terjadi. Dengan adanya pensertifikatan tanah melalui Prona, sangat membantu masyarakat dalam hal keabsahan kepemilikan tanah.
“Sertifikat merupakan legalitas yang perlu diperhatikan. Selain untuk menghindari sengketa, sertifikat juga bisa untuk angunan. Untuk itu, mumpung ada progam  nasional agraria  atau prona secara gratis maka pihaknya mengajukan progam sertifikat tersebut. Sehingga warga yang kurang mampu merasa terbantu,” ujarnya.
Untuk menentukan batas-batas kepemilikan tanah, yang nantinya akan dituangkan dalam sebuah sertifikat, pihaknya bersama petugas BPN melakukan pengukuran terhadap bidang tanah warga  mengajukan pemohonan sertifikat progam prona. Dalam pengukuran juga melibatkan, warga yang berhimpitan dengan bidang tanah yang menjadi obyek pengukuran. Sehingga sebelum terbit sertifikat, tidak ada lagi konflik atau sengketa antar warga.
Hingga saat ini, tutur Kades Slungkep Kecamatan Kayen Margono, dari total 1.200 bidang tanah yang diajukan permohonan sertifikat melalui program nasional agraria (Prona), sekitar tujuh ratusan bidang tanah yang sudah terbit sertifikatnya. Dan sertifikat sisa yang masih ada, akan rampung hingga akhir tahun ini. Sedang untuk penyerahannya, masih menunggu permintaan Presiden Joko Widodo.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla