Cetak
Dilihat: 841

Wedarijaksa – Meski secara lokal di tingkat Kabupaten Pati terbilang berhasil, tapi penjangkauan akseptor KB di daerah-daerah tertentu, masih mengalami kendala. Terutama di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya muslim.
Perkembangan program Keluarga Berencana (KB) nasional di Kecamatan Wedarijaksa secara umum, menunjukkan trend positif.
Plt Kepala UPT Disos Kecamatan Wedarijaksa, Drs. Sutrisno, SE. MM mengatakan, selama ini trend kepesertaan KB di wilayah kerjanya cenderung naik.

“Pertama pencapaian program IUD,  implan MOW, MOP, kemudian suntik dan pil rata-rata pencapaian didominasi oleh suntik,” terangnya.
Sutrisno menambahkan, pencapaian akseptor KB dengan kontrasepsi implan terbanyak atas kesadaran masyarakat sendiri, saat berlangsungnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Tawangharjo Kecamatan Wedarijaksa. Dalam waktu semalam mampu menarik 25 akseptor.
“Dalam kegiatan ini cukup 25 akseptor, walaupun kita hari libur kemarin. Ada beberapa hal yang kami sampaikan mengenai program KB di Wedarijaksa, kita persiapan Kampung KB di perkirakan pertengahan Agustus mendatang.  Kita fokus di sana terutama pencapaian KB sangat rendah sekali. kita angkat program KB di sana supaya meningkat,” jelasnya.
Menurut Plt Kepala UPT Disos Kecamatan Wedarijaksa, Drs. Sutrisno, SE. MM menuturkan, adanya pragmatis dari sebagian masyarakat yang kurang mendukung, menjadi kendala dalam pencapaian akseptor KB.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s