Disketapang Dan 3 GO Ajak UMKM Di Pati Gunakan Tepung Bebas Gluten

Pati, Kota – Banyak olahan pangan yang beredar di pasaran umum, berbasis tepung gandum atau tepung terigu. Karena tepung gandum mengandung gluten yang bisa memberikan banyak struktur olahan pangan, seperti wafet, kue, pasta dan roti yang sering kita konsumsi. Tapi, gluten yang ada di tepung gandum itu, kurang baik bagi kesehatan tubuh. Semisal, menyebabkan rasa sakit, membentuk gas, diare dan absorsi nutrisi. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan 3 Ga Ge Go Organik (3 GO), mengajari UKM di Pati untuk menggunakan tepung bebas gluten, sebagai bahan olahan pangan.

Gaya hidup modern sekarang ini, masyarakat ingin serba instan dalam segala hal, termasuk dalam hal makanan, tanpa menelusuri asal usul bahan pangannya. Sehingga berdampak bagi kesehatan tubuh. Padahal sekarang ini, sekarang ini, semakin marak konsumen berkebutuhan khusus, yang harus mengkonsumsi makanan bebas gluten, maupun bebas MSG.
Ketua 3 GO Pati, Eny Prasetyawati mengatakan, untuk mengurangi tepung terigu bergluten tinggi pada olahan pangan, pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati mengajaknya UKM di Pati untuk beralih menggunakan tepung bebas gluten, dengan berbagai tepung lokal. Seperti tepung mokaf, atau tepung kelor.
“Jadi ini kita mencoba membuat olahan pangan dengan tepung non gluten yang rasanya enak dan menyenangkan. Glutine itu menyisakan sampah dalam usus kita. Gluten memang kurang baik bagi kesehatan, biasanya alergi. Bisa mengakibatkan usus halusnya meradang.  Dalam jangka pendek, orang sensitif glutine ini dampaknya menyebabkan rasa sakit, membentuk gas, diare dan absorsi nutrisi. Dalam jangka panjang orang sensitif ini akan mengalami gangguan berat badan, pertumbuhan dan perkembangan,” terangnya.
Sekarang ini, tutur Ketua 3 GO Pati, Eny Prasetyawati menuturkan, makanan free gluten sudah banyak dicari, terutama di kota-kota besar. Sedang untuk di Pati sendiri, baru diperkenalkan, dan ini saatnya orang mengarah pada pangan yang sehat.  
Nara sumber pada pelatihan bersama pelaku UMKM di Pati, Korwil 3GO Jember yang juga Korda Asosiasi Makanan dan Minuman Jawa Timur, Wiji Sri Mulyatiningsih mengaku,  penggunaan tepung bebas gluten ini, dilatarbelakangi, karena tingkat anak autis di Indonesia semakin banyak. Yang mana, anak berkebutuhan khusus itu, tidak boleh makan makanan yang mengandung gluten. Maka dia memperkenalkan makanan olahan pangan berbasis tepung bebas gluten yang kebanyakan dari tepung lokal.
“Ternyata juga baik bagi yang sehat. Jadi, kita tekun mencoba agar lebih baik olahannya, dan itu baik bagi anak-anak yang tidak autis. Artinya, produk yang kita olah itu tetap sehat dan enak. Sambutan masyarakat, awalnya untuk di daerah memang tidak begitu bagus. Yang saya tahu itu responnya justru di kota-kota besar. Tapi, bagaimana respon yang bagus itu kita tularkan kepada teman-teman di daerah. Jadi kita kenalkan melalui pelatihan-pelatihan ini yang saya anggap lebih baik untuk mengenalkan tepung mokaf,” katanya.
Korwil 3 GO Jember, Wiji Sri Mulyatiningsih yang sering menerima ajakan Kementerian Perindustrian mengikuti Agri Next keliling Indonesia ini mengaku, tepung lokal dari daun kelor atau tepung mokaf  setara dengan tepung gandum untuk aneka olahan pangan.  Bahkan, perempuan yang juga menjabat sebagai Korda Asosiasi Makanan dan Minuman Jawa Timur ini, juga telah menyediakan tepung  all purpose bebas gluten, yang merupakan kombinasi dari tepung-tepung lokal yang bisa digunakan untuk berbagai produk.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, Pujo Setyanto menyambut baik, gagasan 3GO yang menggandeng pihaknya untuk melatih dan memperkenalkan tepung bebas gluten kepada UMKM di Pati, sebagai bahan olahan pangannya.
“Nah ini kami coba, kami mendatangkan nara sumber dan pakarnya dari Jember Jawa Timur. Selama ini dia punya resep untuk membuat olahan pangan dengan menggunakan tepung non gluten atau free gluten. Sehingga, Dinas Ketahanan Pangan, 3GO dan beberapa pelaku UKM di Pati, untuk transfer pengetahuan. Kita coba tepung free gluten atau bebas gluten, yang informasi awalnya ini, lebih irit dibanding menggunakan tepung terigu,” katanya.
Tepung  bebas gluten ini, kata Pujo Setyanto, bahan dasarnya banyak kita temukan dari tanaman yang ada di sekitar kita. Seperti tanaman kelor, atau mokaf yang sudah mulai banyak dikembangkan masyarakat belakangan ini.  Selain pelatihan pemanfaatan tepung bebas gluten,  3 GO bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, dengan nara sumber Korda Asosiasi Makanan dan Minuman Jawa Timur, Wiji Sri Mulyatiningsih, juga melatih pelaku UMKM membuat penyedap rasa (MSG) berbahan jamur yang gurih alami, serta aman untuk generasi masa depan.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla