Pemkab Pati Bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting

101pasfmpati, Pati Kota : Berdasarkan hasil data yang diunggah melalui elektronik pencatatan pelaporan dan studi status gizi berbasis masyarakat, kondisi stunting di Kabupaten Pati masih memprihatinkan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pati membentuk tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) hingga ke desa-desa.
Status stunting Kabupaten Pati menempati urutan ke-17 di Jawa Tengah, dengan status prevalensi berdasarkan studi status gizi berbasis masyarakat sekitar 21%. Namun berdasarkan data elektronik pencatatan pelaporan status gizi 4,6% untuk balita usia di bawah dua tahun, dan 5,24% untuk balita di atas dua tahun.

Pada Pengukuhan TPPS di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (6/6/2022), Koordinator Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pati Mukhtar, dengan kondisi status yang masih membutuhkan perhatian serius itu, TPPS akan melakukan tiga langkah utama. Di antaranya verifikasi dan validasi stunting, data yang didukung dengan alat ukur tinggi dan berat badan yang standar, serta melakukan perlakukan tindak lanjut (threatment) di daerah-daerah dengan prevalensi stunting tinggi, juga penguatan kader, dan pendamping keluarga. “Setelah kita temukan data yang betul-betul valid, saya yakin angka stunting di Kabupaten Pati akan terkoreksi signifikan. Setelah itu kita lakukan threatment pada daerah-daerah endemic dengan prevalensi stuntingnya sangat tinggi. Ini kita temukan di antaranya desa-desa di Kecamatan Gunungwungkal, Jaken, Pucakwangi, Sukolilo, Tambakromo dan Kecamatan Kayen. penguatan kader dan pendampingan keluarga,”terangnya.
Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengatakan, desa-desa yang memang berstatus endemik stuntingnya tinggi, harus meningkatkan penganggaran dan penanganannya.“Jadi kita sudah tahu titik sasarannya, kita laksanakan, atensi agar itu segera menurun. Target dan sasaranya apa?, calon pengantin, ibu hamil, pasca persalinan dan sasaran target yang lain. Karena kalau menanganinya tidak tepat sasaran akan sia-sia,” jelasnya.
Pemkab Pati hingga kini terus melakukan penurunan stunting,sebelumnya prevalensi pada 2019 mencapai 37%, kemudian dalam perjalanan penanganannya terjadi penurunan prevalensi yang tajam hingga 5,24%. Namun bila penanganan tepat sasaran, dalam waktu dekat prevalensi stunting, akan selesai.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla