Unjuk Rasa Warga Bendar Warnai Sidang I Praperadilan di PN Pati

101pasfmpati, Pati Margorejo : Ratusan warga Desa Bendar Kecamatan Juwana berunjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri Pati, Rabu pagi (15/6/2022). Unjuk rasa ini bertepatan dengan berlangsungnya sidang pertama pra peradilan terhadap sah atau tidaknya penahanan yang diajukan seorang tersangka pelaku pembunuhan berinsial RH kepada Polres Pati, di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Pati.
Dengan menggunakan pengeras suara dan membentangkan poster, para pengunjuk rasa tersebut meminta aparat penegak hukum untuk membebaskan warga Desa Bendar Kecamatan Juwana berinisial RH dibebaskan dari sangkaan sebagai pelaku pembunuhan.

Paman RH bernama Siswanto mengatakan, warga dan keluarga berunjuk rasa untuk memberikan dukungan terhadap RH, yang kini ditangkap dan ditahan oleh Polres Pati, bukan pelaku pembunuhan, seperti yang disangkakan aparat penegak hukum. “Karena mengalami kekerasan, dia mengaku sebagai pelaku pembunuhan. Ceritanya pada 2020, dia tidak bersalah kok langsung ditangkap. Barang buktinya amburadul semua. Masa sih parang untuk mengupas kulit kelapa dan ikan dijadikan barang bukti,” terangnya.
Siswanto menambahkan selama ini RH bekerja sebagai nelayan bersama pamannya mencari ikan hingga ke perairan Kalimantan. Dan pulang dalam jangka waktu 15 sampai 20 hari. Hingga kini, juga tidak ada panggilan dan surat penangkapan dari pihak aparat hukum atas sangkaan yang dituduhkan terhadap RH. “Harapan saya ya ... biar nanti pengadilan yang akan memberikan keadilan yang seadil-adilnya,” ujarnya.
Unjuk rasa bubar, seiring berakhirnya sidang praperadilan.
RH mengajukan praperadilan atas penangkapan dan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polres Pati ke Pengadilan Negeri Pati dengan menunjuk Esero Gulo sebagai Kuasa Hukumnya. Ini dilakukan, karena saat penangkapan atas diri RH, kata kuasa hukum Esero Gulo, dinilai tidak sesuai prosedur, karena membawa surat penangkapan.
Polres Pati menangkap RH yang disangka sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban Edi S di Jl Raya Juwana – Jakenan, pada Maret 2020 lalu, dan dia masuk daftar pencarian orang (DPO) sebelum tertangkap pada Sabtu (23/5/2022), saat nongkrong di warung kopi di Jl Pati – Juwana. Karena aksinya itu, RH terancam pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Agus Pambudi)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla