Dua Terdakwa Penganiayaan Pemuda Desa Prawoto Dituntut 11 Tahun dan 10 Tahun Penjara

Pati, Margorejo –  Perkara kasus pengeroyokan di pertigaan jalan Sukolilo - Kudus turut Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo, Senin (26/6) lalu, yang mengakibatkan seorang pemuda Desa Prawoto, kini telah memasuki tahap penuntutan. Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pati pun, telah menuntut terdakwa pelaku penganiayaan, dua pemuda Desa Wegil Kecamatan Sukolilo dengan hukuman berat.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pati, Hj Doyo Ediati SH menuntut dua terdakwa dalam perkara penganiayaan ini, Andre Yoga Sanjaya dan Mugiyono warga Desa Wegil Kecamatan Sukolilo dengan hukuman 11 tahun dan 10 tahun penjara. Jaksa membacakan tuntutannya pada sidang di Pengadilan Negeri Pati, yang dipimpin Hakim Ketua Tri Asnuri Herkuntanto SH MH, didampingi Hakim Anggota Niken Rochayati SH MH dan Bertha Arry Wahyuni SH MKn, Selasa pagi (21/11).
“Pertimbangan tuntutan kami, karena perbuatan kedua terdakwa terbilang sadis, karena perbuatannya mengakibatkan korban meninggal dunia dan belum dikenal sebelumnya. Berbelit-belit saat memberikan keterangan di persidangan, serta selama persidangan tidak ada rasa penyesalan dari diri kedua terdakwa,” katanya.
Dalam tuntutannya, tutur Jaksa Hj Doyo Ediyati SH, kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana menggunakan tenaga secara bersama-sama, hingga mengakibatkan korban meninggalnya. Atau sesuai dengan dakwaan kesatu, melanggar pasal 170 ayat (2) ke-3 KUH Pidana.
Atas tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hj Doyo Ediati SH, Tim Penasehat Hukum Andre Yoga Sanjaya dan Mugiyono, yang terdiri dari Joko Sukendro SH, Achmad Sapuan SHI MHI, Vieko Meiska Putra Mahangga SH  dan Agus Prasetyo SH akan menyampaikan pembelaan pada sidang lanjutan Selasa pekan depan (28/11).
“Terkait dengan tuntutan hukuman dari Jaksa tadi, maka kami Kuasa Hukum dari Andre Yoga Sanjaya dan Mugiyono akan mengajukan pembelaan, pada 28 November 2017 ini. Dan, tadi juga di persidangan selain kami akan mengajukan pembelaan, para terdakwa sendiri pembelaan secara tersendiri,” katanya.
Penganiayaan kedua terdakwa waktu itu, mengakibatkan korban Muhammad Riyadi, pemuda berusia 23 tahun warga Dukuh Karangtandan Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo meninggal dunia, beberapa jam usai kejadian. Hasil pemeriksaan visum et repertum dari RSUD RAA Soewondo, penyebab kematian korban diduga akibat kekerasan tumpul pada menyebabkan bengkak jaringan otak, sehingga menyebabkan mati lemas.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla