Cetak
Dilihat: 80

101pasfmpati, Pati Kota : Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati mengadakan dialog lintas agama berthema ‘Moderasi Beragama Sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa’. Dialog tersebut melibatkan para tokoh agama, FKUB, serta birokrasi di lingkungan Pemkab Pati.
Dialog lintas agama itu, untuk memahamkan perbedaan keyakinan, dan kembali untuk memupuk komitmen kebangsaan. Sehingga perlu dibangun saling menghormati dan saling toleransi prinsip komitmen kebangsaan itu agar tetap terjaga.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati Ali Arifin mengatakan, kegiatan ini sekaligus menggali informasi dari narasumber yang dihadirkan, untuk membangun komitmen kebangsaannya, persatuannya, toleransi dan saling menghormatinya itu terjaga. Salah satunya melalui perlu mengadakan moderasi cara beragama dan keberagamannya. “Toleransi, tidak ekstrim, saling menghormati, saling menghindari kekerasan, dan sesuatu yang menghargai muatan-muatan lokal yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, itu yang harus kita hormati dan kita pegang,” katanya.
Dia menambahkan, harapan kedepan dari kegiatan tersebut bisa ditularkan kepada kelompok masing-masing. Karena mereka yang hadir, merupakan representasi dari kelompok yang diwakili. Sehingga dapat terbangun kerukunan antar umat beragama yang solid, termasuk dengan pemerintah. “Harapannya hasil kegiatan ini bisa ditularkan di masing-masing, NU ke teman-teman NU, Muhammadiyah ke teman-teman Muhammadiyah, dan lintas agama FKUB ke masing-masing agama, sehingga terbangun harmonisasi yang baik,” tutur Ali Arifin.
Narasumber dialog moderasi beragama untuk meneguhkan semangat berbanga dan bernegara dalam bingkai NKRI itu, Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah Drs KH Taslim Sahlan MSi yang menyajikan materi ‘Urgensi Moderasi Beragama Tantangan dan Gerakan, dan Dosen IAIN Kudus Prof Dr H Ikhsan MAg dengan materi ‘Cara Pandang, Sikap, dan Praktik Beragama dalam Kontek Ke-Indonesia-an’.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s