Bentuk Badan Wakaf Indonesia, Minimalkan Konflik Barang Wakaf

Pati, Kota – Selama ini konflik tanah hak milik yang sudah diwakafkan untuk sarana pendidikan maupun ibadah, karena belum terkelola dengan benar. Baik dari segi administrasi maupun dari keabsahan berdasarkan hukum. Untuk itu, kehadiran Badan Wakaf Indonesia (BWI) di daerah dihadapkan dapat meminimalkan konflik barang atau benda wakaf di masyarakat.
Terbentuknya Kepengurusan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan di Kabupaten Pati, sangat penting untuk mengelola, membina, serta pendayagunaan barang maupun benda wakaf. Sehingga konflik barang wakaf yang sering terjadi dapat berkurang.

“Jadi BWI ini suatu lembaga resmi yang dilindungi UU untuk mengelola memberikan pembinaan, pendayagunaan barang-barang maupun benda-benda wakaf di negara kita ini, khususnya di Kabupaten Pati. dan ini memiliki potensi yang luar biasa mana kala wakaf itu ada yang mendayagunakan,” demikian Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Drs H Akhmad Mudzakir MSi, usai menyaksikan pelantikan Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Pati, di aula Kantor Kemenag Pati, Selasa (21/11).
Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Pati ini, tutur Akhmad Mudzakir, sesuai tugas pokok dan fungsinya akan membina bila terjadi konflik atau sengketa wakaf. Termasuk tugas lainnya merekomendasi penggantian nadhir atau perubahan status tanah wakaf. Semisal tanah mushola mau ditingkatkan menjadi masjid, atau tanah perseorangan untuk sarana pendidikan (madrasah) untuk dialihkan statusnya menjadi tanah yayasan, harus ada rekomendasi dari BWI, yang kemudian diproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Jadi, barang-barang wakaf itu kan barang milik Allah. Jadi begitu wakif (orang yang mewakafkan) itu berikrar untuk mewakafkan dan sudah disyahkan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Wakaf (PPAW)  yaitu Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang sudah diserahkan kepada penerima wakaf (nadhir), benda atau barang tersebut sudah milik Allah.” Katanya.
Dewan Pengurus Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Kabupaten Pati, di Ketuai Drs H Dahwan Hadi MSi, dengan Wakil Ketua H Abdul Hamid AAg,  Sekretaris H Muslihan BA, Bendahara Hj Anisatun SH, serta dilengkapi Divisi Pembinaan Nadhir, Divisi Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf, Divisi Humas, Divisi Kelembagaan, dan Divisi Penelitian dan Pengembangan.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla