Pemkab Pati Terapkan Siskeudes Minimalkan Penyelewengan APBDes

Pati – Pemerintah Kabupaten Pati mulai menerapkan sistem keuangan pedesaan (Siskeudes) dalam pelaporan pengelolaan keuangan APBDes di wilayahnya, tahun ini. Penerapan sistem ini, sebagai upaya Pemerintah untuk meminimalkan penyimpangan pengelolaan anggaran di tingkat desa.

“Siskeudes ini sudah mulai diterapkan di 401 desa di Kabupaten Pati. Dan ditargetkan pada 2018, seluruh desa sudah menggunakan sistem ini, sebagai bentuk transparansi pengelolaan anggaran dan keuangan,” demikian ungkap Asisten Tata Pemerintahan Sekda Pati, Drs. Sudiyono, M.M, pada jumpa pers Uji Kompetensi Wartawan di ruang rapat Pragola Setda Pati, Jumat siang (7/7).
Sudiyono mengakui, untuk pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, termasuk menyiapkan perangkat lunak dan perangkat keras, Pemkab Pati menggelontorkan anggaran Rp.300juta lebih melalui APBD 2017. Program ini merupakan apresiasi atas prestasi Pemkab Pati meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPKP, belum lama ini.
“Dan ini diapresiasi oleh Presiden. Siskuedes ini lah, yang kemudian mengantarkan Pemkab Pati mendapat salah satu predikat 10 besar nasional  dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan otonomi daerah ,” terangnya.
Hanya saja, Siskeudes yang merupakan program pendampingan KPK dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi (tipikor), tutur Asisten Tata Pemerintahan Sekda Pati, Drs. Sudiyono, M.M, masih membutuhkan penyempurnaan sarana dan prasarana, maupun SDM. Sehingga  Perangkat Desa yang akan mengampu sistem ini, perlu meningkatkan kapasitas / kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan.
“Sehingga kedepan Perangkat Desa bisa mengampu secara teknis anggaran atau pemanfaatan IT dalam pengelolaan anggaran keuangan, untuk meminimalkan penyimpangan pengelolaan dan pengadministrasian keuangan desa,” pungkasnya.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla