Belum Ada Lagi Regrouping Sekolah Di Pati

Pati – Pemerintah Kabupaten Pati belum ada rencana regrouping atau penggabungan sekolah di wilayahnya pada tahun pelajaran 2017.  Meski dalam ketentuan yang dipersyaratkan dua sekolah menjadi satu bisa melakukan regrouping atau penggabungan. Diakui atau tidak dibeberapa sekolah di wilayah Kabupaten Pati, ada yang memenuhi syarat untuk regrouping, karena kekurangan siswa. Tapi, sampai sekarang belum ada satu usulan pun, yang sampai ke meja Bupati Pati, terkait permohonan regrouping dua sekolah menjadi  satu.

Dimintai tanggapannya,  usai menghadiri rapat paripurna DPRD Pati, Selasa siang (11/7), Bupati Haryanto mengatakan, untuk meregrouping menjadi sekolah itu, salah satu persyaratannya salah satu sekolah bersangkutan total siswanya kurang dari seratus orang.
“Untuk sekolah yang siswanya kurang dari seratus, aturannya bisa diregrouping. Dan kita tidak memungkiri, memang banyak sekolahan yang tekrna itu, karena persaingan antara madrasarah dengan MTs terjadi di lapangan. Misalnya terjadi regrouping ya tidak apa-apa,” terangnya.
Bupati Haryanto menegaskan,  pada tahun ini pihaknya belum pernah melakukan regrouping atau merger  terhadap dua sekolah di Kabupaten Pati.  Meski diakuinya, pada 2016 lalu, dia pernah meneken persetujuan regrouping sekolah.
“Yang selama ini kami setujui memang ada beberapa, namun tahun 2017 ini saya belum menandatangani. Tapi kalau 2016 itu pernah ada. Satu atau dua lokasi yang regrouping. Tapi untuk tahun ini belum  ada laporan dan belum saya tanda tangani SK-nya. Karena regrouping harus melalui persetujuan Bupati,” jelasnya.
Pemkab Pati pernah meregrouping atau penggabungan sekolah ini, diantaranya penggabungan SD Negeri Cengkalsewu 01 dan SD Negeri Cengkalsewu 02 Kecamatan Sukolilo, berdasar SK Bupati Pati tertanggal 17 Juni 2015 lalu.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla