Cetak
Dilihat: 450

Pati, Dukuhseti – Kecewa dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati dan audensi, Selasa kemarin (16/1), ratusan murid SD Penggung 01 Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti mogok sekolah. Hari itu, hanya nampak beberapa guru saja yang datang ke sekolah seperti biasa, tanpa kehadiran seorang murid pun, hingga kegiatan belajar mengajar usai.

Suasana yang biasanya ramai pada jam-jam sekolah, berubah sepi. Meski tidak ada intruksi libur Kegiatan Belajar Mengajar dari dinas terkait. Sepinya SD Penggung Negeri 01 Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti itu, karena murid-murid sekolah itu mogok belajar, memprotes kebijakan pemindahan Kepala Sekolahnya ke tempat tugas lain.
“Tadi saya bertemu dengan para wali murid yang menyatakan mereka tidak akan mengantarkan anak-anaknya ke sekolah untuk sementara. Nah nanti bila dalam peninjauan ulang masih tetap memindah Pak Saeka ke sekolah lain, baru mereka akan memindahkan anak-anaknya ke sekolah lain,” demikian Kades Ngagel Kecamatan Dukuhseti Suwardi kepada radio PAS Pati, Rabu pagi (17/1).
Suwardi menambahkan, aksi mogok belajar atas inisiatif para wali muridnya itu, akan berlanjut sampai ada keputusan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati menempatkan kembali Saeka sebagai Kepala SD Negeri Penggung 01.
“Saya memang menyayangkan kebijakan pemindahan Pak Saeka tersebut dilakukan menjelang menghadapi Ujian Nasional, dan kegiatan-kegiatan lain. Ini demi kemajuan pendidikan di Desa Ngagel,” katanya.
Protes penolakan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati itu, karena masyarakat dan wali murid Kepala SD Negeri Penggung 01 Saeka dinilai berhasil memajukan pendidikan dan prestasi anak-anak di Desa Ngagel. Sedang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Sarpan menjelaskan, pemindahtugasan seorang Kepala Sekolah ke tempat lain, karena pihaknya melaksanakan aturan yang berlaku di OPD yang dipimpinnya.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s