Pati, Kota – Meski terkendala dengan ketinggian air di sebagian daerah yang menjadi langganan banjir, bukan menjadi penghalang bagi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), saat melakukan pendataan pemilih. Untuk menjangkaunya, PPDP tersebut terpaksa menggunakan perahu.
Pendataan pemilih harus tetap berlangsung meski, harus menggunakan perahu untuk sampai ke rumah warga. Salah satunya di Dukuh Ngantru Desa Mustokoharjo Kecamatan Pati Kota. Seorang PPDP, harus mendatangi satu persatu rumah warga dengan menaiki perahu.

Camat Pati Kota Sugiyono mengungkapkan, di Dukuh Ngantru Desa Mustokoharjo, rumah-rumah warga yang terkena dampak banjir akibat luapan sungai Silugonggo hampir separuhnya. Dengan ketinggian air terdalam hingga mencapai 70 cm. Sehingga untuk pendataan, PPDP desa setempat menjangkaunya dengan menaiki perahu.
“PPDP itu mencoklit di rumah-rumah warga. Walaupun hujan, walaupun banjir, PPDP masih tetap semangat yang tinggi untuk melaksanakan untuk pendataan pemilih, untuk sukses Pilgub Jawa Tengah 2018,” tutur Sugiyono.
Menurut Camat Pati, sebagaian pemilih di Dukuh Ngantru memang tidak dapat diakses menggunakan sepeda motor atau mobil roda empat. Karena kondisi wilayah tersebut, genangan air masih tinggi. Dan salah satu alat untuk pendataan pemilih ke rumah-rumah warga harus menggunakan perahu atau sampan.
“Kalau menggunakan perahu itu, untuk mengantispasi berkas data agar tidak basah, ketika dipakai untuk pendataan. Karena itu, data-data penting yang harus dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Camat Pati Kota Sugiyono mengatakan, lokasi yang tergenang banjir di Dukuh Ngantru Desa Mustokoharjo itu, berada di TPS 03, atau tepatnya di RT. 3 dan RT.4 / RW.1. Dari hasil pendataan pemilih yang dilakukan PPDP, sudah mencapai 80% dari total penduduk di Desa Mustokoharjo.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla