Pati, Dukuhseti – Sejumlah desa di Kecamatan Dukuhseti yangterdampak banjir kiriman, sebagian sudah kembali normal. Bahkan, warganya pun sudah kembali beraktifitas seperti biasa.  Warga pun masih sibuk membersihkan rumah, maupun kerusakan yang ditimbukan dari banjir besar itu.
Salah satu lokasi di Kecamatan Dukuhseti yang terdampak banjir kiriman itu, Desa Puncel. Di desa ini lokasi terparah diantaranya di TPI Puncel dengan ketinggian air hingga mencapai 1,5 meter, hingga ke permukiman warga.

Menurut warga Desa Puncel, Sumarlan, banjir besar itu merupakan banjir kiriman dari kawasan Medani menuju ke Krasak Tempur, yang mengarah ke sungai Pasokan. Karena volume air yang melimpah, sehingga air melimpas diatas tanggul setinggi 1 meter.
“Sehingga kami pun terdampak di kawasan TPI ke timur juga ketinggiannya airnya mencapai 1 meter,” tuturnya.
Ketinggian air dan derasnya arus air, tutur Sumarlan, perahu milik Suwandi nelayan setempat, mengalami kerusakan berat, setelah terkena hantaman pohon randu yang ikut terseret banjir. Selain papan-papan perahu, akibat hempasan banjir itu Suwandi juga kehilangan jaring dan mesin perahu, yang ditaksir kerugiannya menjcapai 30 juta rupiah. Sementara perahunya, sudah berhasil dievakuasi untuk diperbaiki.
“Yang terdampak banjir kemarin, TPI Puncel, 2 mushola dan juga warga untuk tanggul kami lumayan kritis juga karena tergerus yangg kami gunakan untuk penahan banjir. Saat ini kami masih bersih-bersih,” katanya.
Sebagian warga Desa Puncel, dan desa-desa lainnya di Kecamatan Dukuhseti kini masih was-was terhadap kemungkinan terjadinya banjir besar lagi. Karena kawasan pegunungan Muria sebelah utara masih terlihat mendung hitam bergelayut hingga Jumat siang (9/2). Sementara keterangan yang kami himpun dari, masih ada hampir 1.500an rumah warga yang tersebar di Desa Dukuhseti, Banyutowo, Kembang dan Desa Alasdowo, yang masih tergenang banjir.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla