KH Nur Rohmat Wafat Santri Ponpes Al Isti`anah Plangitan Pati Berduka

Pati, Kota – Ribuan orang, mulai dari para santri, alumni, hingga warga umum berjubel di rumah kediaman yang juga dijadikan Pondok Pesantren Al Isti`anah Plangitan Pati, Sabtu pagi (17/2). Mereka merupakan penta`ziyah, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Romo KH Nur Rohmat (Pengasuh sekaligus Pimpinan Ponpes Al Isti`anah), sebelum dimakamkan di komplek Pondok tersebut.

Pengasuh sekaligus Pimpinan Ponpes Al Isti`anah Plangitan Pati Romo KH Nur Rohmat, meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit, Jumat petang (16/2) sekitar pukul 18.00. Bukan hanya para santri dan pengajar di Ponpes setempat, kabar tersebut juga membuat jamaahnya, para alumni dan warga umum yang mengenal beliau berduka.
Menurut putra kedua almarhum, Imam Sya`roni (Gus Roni) mengungkapkan, almarhum Romo KH Nur Rohmat, sosok seorang pengayom dan pendidik yang sangat cinta kepada NKRI, serta selalu mendoakan kepada anak didiknya kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi negara dan agama.
“Itu keinginan Bapak (KH Nur Rohmat). Sehingga dengan berbagai cara apapun juga, cita-citanya anak-anak didik di Ponpes Al Isti`anah harus pinter, dan harus berhasil. Dan Alhamdulillah hari ini ada 17 mahasiswa dari Ponpes Al Isti`anah diberangkatkan beasiswa ke Mesir. Itu semuanya tujuannya adalah kelak mereka akan berguna bagi negara dan agama,” tuturnya.
Gus Roni menambahkan, soal nasionalisme, sosok KH Nur Rohmat seorang yang sangat cinta NKRI. Banyak tauladan dari beliau, kepada setiap santri-santrinya selalu menanamkan semangat NKRI sebagai harga mati.
“Sedumuk bathuk senyari bumi negara tidak boleh berubah. Jadi, apapun yang terjadi kaitannya dengan itu semua harapannya, didikan terhadap santri menjadi generasi yang bermanfaat di kemudian hari,” ujarnya.
Riwayat singkat hidup KH Nur Rohmat, merupakan anggota Polri dengan pangkat terakhir Brigadir (Purnawirawan). Jabatan terakhirnya Bintara Pembinaan Mental (Ba Bintal) Subden 4 Den A Pelopor pada Sat Brimob Polda Jateng.
Almarhum KH Nur Rohmat juga pernah mengikuti operasi seroja Timor Timur pada 1983 dan operasi jaring merah Aceh pada 1990. Atas sumbang sihnya itu, negara menganugerahi satya lencana 8 tahun dan satya lencana 16 tahun.
Almarhum KH Nur Rohmat yang lahir pada 23 Mei 1959, putra dari Masykuri dan Marjatun itu, meninggalkan seorang istri dan 3 orang putra.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla