Cetak
Dilihat: 467

Pati, Kota – Pengawasan pendistribusian pupuk dari distributor, agen, pengecer hingga petani, salah satunya menjadi kewenangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati. Sebagai bagian dari Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, juga telah menjatuhkan sanksi kepada salah satu pengecer yang menyalahgunakan pendistribusian pupuk.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, telah menjatuhkan sanksi tegas kepada pengecer pupuk, yang menyalahi ketentuan dalam pendistribusiannya. Hanya saja, pengecer pupuk di daerah mana, Dinas Perdagangan dan Perindustrian tidak menyebutkan secara jelas.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Riyoso mengungkapkan,  sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi)  Disperindag dalam hal distribusi pupuk, menjadi bagian dari Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). “Kemarin Disperindag itu, menindak atau memberikan sanksi kepada salah satu pengecer. Itu sebetulnya kita semuanya dengan adanya pantauan bersama-sama, Saya rasa tidak kemudian lantas ada masalah masyarakat kemudian tidak memberikan informasi kepada kita,” tutur Riyoso.
Riyoso selalu berharap kepada masyarakat untuk selalu memberikan informasi kepada dinas yang dipimpinnya, soal adanya dugaan  kecurangan –kecurangan, dalam pendistribusian pupuk. Semisal ada oknum masyarakat tidak masuk RDKK mendapatkan,  alokasi pupuk yang tidak pada peruntukannya.
“Hakekatnya pemerintah memberikan subsidi kepada para petani dengan kategori-kategori yang harus kita bantu, pemerintah memberikan subsidi,” tuturnya.
Dan untuk pendistribusi pupuk ini, tutur Kepala Disdagperin Kabupaten Pati Riyoso, dengan adanya kartu tani sebenarnya sudah dapat mengatasi permasalahan pupuk yang selama ini dihadapi petani. Meski, penerapan kartu tani belum maksimal dan masih perlu dilakukan evaluasi berkelanjutan.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s